SaranNews.Net – Pemerintah Gampong Trieng Meuduro Tunong, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan, membagikan paket sembako kepada 270 keluarga di gampong setempat. Pembagian sembako ini merupakan bentuk pemanfaatan keuntungan dari Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) yang telah dikelola selama lebih dari satu dekade.
Keuchik Gampong Trieng Meuduro Tunong, Irwanda mengungkapkan bahwa pembagian sembako ini berasal dari keuntungan tahunan BUMG “Serba Guna” yang beroperasi di gampong Trieng Meuduro Tunong.
Lebih lanjut, sebut Irwanda, setiap rumah yang menerima bantuan mendapatkan satu sak beras dan dua papan telur, sebagai bentuk bantuan dalam meningkatkan ketahanan pangan warga.
“Keuntungan dari BUMG ini yang kami alokasikan untuk sembako tiap tahunnya berjumlah sekitar Rp30 juta hingga Rp37 juta. Tahun ini, Alhamdulillah kami bisa bagikan kepada 270 rumah,” kata Irwanda.
Irwanda menyebutkan, BUMG Serba Guna ini telah beroperasi selama 11 tahun, dengan keuntungan tahunan yang cukup signifikan, antara Rp30 juta hingga Rp32 juta per tahun.
“Bagi warga yang meminjam dana di BUMG ini, dikenakan margin sebesar 1 persen per bulan, atau 12 persen per tahun,” ujarnya.
Irwanda menerangkan bahwa suku bunga yang ringan ini menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk memanfaatkan simpan pinjam milik BUMG, terutama jika dibandingkan dengan pinjaman dari koperasi atau bank lain yang lebih memberatkan.
“Pinjaman maksimal yang bisa diambil warga adalah Rp15 juta. Kami batasi agar bisa memberi kesempatan kepada lebih banyak warga yang membutuhkan. Kami juga berharap masyarakat yang meminjam dapat mengembalikan tepat waktu, meskipun ada beberapa yang pernah terlambat bayar, namun tidak sampai berlarut-larut,” sebutnya.
Selain itu, untuk tahun ini, Pemerintah Gampong Trieng Meuduro Tunong juga mengalokasikan dana sebesar Rp193 juta untuk ketahanan pangan warga, termasuk untuk petani dan pekebun di gampong tersebut. Dana ini diharapkan dapat mendukung sektor pertanian lokal agar lebih berkembang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Harapan ke depan adalah semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati manfaat dari BUMG dan bantuan sembako ini. Kami ingin BUMH ini terus berkembang dan memberikan dampak positif kepada masyarakat, baik dalam bentuk dana pinjaman maupun bantuan sembako,” ungkapnya.
Sementara itu, Camat Sawang, Zunawanis mengatakan, dengan adanya BUMG ini, gampong Trieng Meuduro Tunong memiliki potensi besar untuk menjadi contoh bagi desa-desa lain di kecamatan Sawang.
Sebab, kata Zunawanis, dengan adanya BUMG ini gampong Trieng Meuduro dapat berkembang lebih pesat dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Saya berharap Gampong Trieng Meuduro Tunong bisa menjadi desa percontohan bagi desa lainnya di Kecamatan Sawang. Dengan berbagai potensi yang ada, kami yakin desa ini bisa berkembang lebih baik jika dikelola dengan baik pula,” ucapnya.
Zunawanis menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah Gampong dan masyarakat untuk mewujudkan kemajuan Gampong Trieng Meuduro Tunong.
“Harapannya, gampong Trieng Meuduro Tunong bisa mewujudkan sebuah model Gampong yang bisa diikuti oleh desa-desa lain di Kecamatan Sawang,” harap Zunawanis.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur BUMG, Hilmi Andriansyah mengingatkan kepada nasabah BUMDESA untuk tidak menunggak pembayaran kewajiban mereka. Bahkan, ia memberikan perhatian besar terhadap perkembangan desa tersebut.
“Kami berharap agar nasabah bisa lebih disiplin dalam membayar kewajiban, karena ini akan berdampak pada keuntungan yang lebih besar di masa depan. Jika semua berjalan lancar, tentunya keuntungan yang bisa kami peroleh akan semakin meningkat, dan ini akan membawa manfaat bagi kemajuan desa,” pungkas Hilmi Andriansyah. (*)










