BIREUEN | SaranNews – Pemerintah Kabupaten Bireuen mempercepat pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi ribuan warga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang dan longsor akhir November 2025 lalu. Langkah ini menjadi prioritas utama agar warga terdampak dapat menjalani ibadah Ramadan dengan lebih layak.
Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST., menyatakan bahwa ribuan rumah di 17 kecamatan tercatat mengalami kerusakan berat hingga hilang tak bersisa. Kondisi ini memaksa warga bertahan di pengungsian atau menumpang di rumah kerabat dalam waktu yang cukup lama.
“Memasuki bulan suci Ramadan, kita harus mengambil langkah bijak agar masyarakat korban bencana bisa terbantu dan nyaman melaksanakan ibadah puasa nantinya,” tegas Mukhlis, Selasa (13/1/2026).
Sebagai tanda dimulainya proses pemulihan fisik, peletakan batu pertama pembangunan Huntap telah dilaksanakan secara simbolis di Desa Balee Panah, Kecamatan Juli. Program ini turut mendapat dukungan penuh dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memastikan percepatan di berbagai titik terdampak.
Pembangunan Huntap ini diharapkan tidak hanya menjadi sekadar bangunan fisik, tetapi juga menjadi jawaban atas harapan ribuan penyintas untuk kembali memulai kehidupan sosial dan ekonomi yang normal pascabencana. (DI)











