BANDA ACEH | SaranNews – Budaya “ngopi” di Banda Aceh terus berevolusi. Jika dulu identik dengan warung terbuka yang riuh, kini generasi muda beralih mencari ruang yang lebih intim dan estetik untuk menghabiskan malam minggu.
Suasana ini terekam jelas di Harvies Coffee, Sabtu (10/1/2026) malam. Deretan meja tampak nyaris penuh. Di satu sudut, pengunjung larut dalam obrolan hangat, sementara di sudut lain, terlihat anak muda yang asyik dengan laptop dan pelantang telinga (earphone), menikmati waktu sendirinya di tengah keramaian.
Samara, salah seorang pengunjung, mengaku sengaja memilih tempat ini untuk menghindari hiruk-pikuk kota yang berlebihan.
“Kalau malam minggu, enaknya nongkrong di sini. Suasananya tenang tapi nggak sepi,” ujar Samara.
Bagi pengunjung lain, daya tarik kafe modern bukan sekadar pada rasa kopi, melainkan atmosfer atau ambience yang ditawarkan. Asyraful Anam, pelanggan setia Harvies, menyebut tempat ini sebagai ruang aman untuk berbagi cerita.
“Sebenarnya bukan cuma kopinya, tapi vibe-nya. Di sini enak buat ngobrol lama. Pilihan donat dan suasananya sangat cocok untuk sekadar berbagi tawa dengan teman,” kata Asyraful.
Pergeseran tren ini menunjukkan bahwa bagi muda-mudi Banda Aceh saat ini, malam minggu bukan lagi soal seberapa ramai tempat yang dikunjungi, melainkan seberapa nyaman mereka bisa bercerita dan menjadi diri sendiri. (TPI)











