BANDA ACEH | SNN — Pemandangan anak-anak yang terpaksa berjualan di tepi jalan ibu kota kembali memicu keprihatinan publik. Fenomena ini seolah menjadi cermin dari sulitnya kondisi ekonomi rumah tangga yang memaksa anak-anak usia sekolah memikul beban sebagai strategi bertahan hidup keluarga, Sabtu (7/2/2026).
Laporan ini muncul sebagai refleksi atas kasus tragis di NTT yang belakangan viral di media sosial, di mana seorang anak SD mengakhiri hidup diduga akibat tekanan ekonomi sekolah. Meski di Aceh motifnya adalah membantu orang tua, pakar mengingatkan bahwa beban berlebih pada anak melanggar UU Perlindungan Anak dan berisiko merenggut hak mereka atas pendidikan serta masa kecil yang layak.
Masyarakat kini menagih kehadiran nyata pemerintah daerah dalam memperkuat jaring pengaman sosial. Tanpa intervensi program yang tepat sasaran dan alokasi anggaran kesejahteraan yang memadai, masa depan anak-anak dari keluarga kurang mampu di Banda Aceh terancam terjebak dalam siklus kemiskinan yang tak kunjung usai. (TPI)












