Labuhanhaji Aceh Selatan | SaranNews – Program Makanan Bergizi (MBG) di SMPN 1 Labuhanhaji, Kabupaten Aceh Selatan, menghadapi keluhan ganda. Selain laporan siswa mengenai menu yang diduga basi pada Rabu (5/11/2025), jadwal pembagian makanan tersebut kini turut menjadi sorotan publik dan wali siswa.
Insiden bermula ketika sejumlah siswa mengeluhkan menu MBG hari itu, yang terdiri dari nasi liwet, telur ceplok, dan lalapan. Para siswa melaporkan bahwa tomat yang disajikan diduga sudah dalam kondisi basi. Akibatnya, banyak siswa memilih tidak memakan jatah tersebut, bahkan beberapa di antaranya membungkus makanan itu untuk dibawa pulang, ada yang menagatakan untuk sebagai pakan ternak.
Menurut keterangan seorang siswa yang ditanyai oleh sarannews, keluhan ini telah disampaikan oleh kawan-kawannya kepada guru di sekolah. Siswa tersebut menirukan percakapannya, “ibuk ini kenapa telor sama tomatnya basi,” lapor siswa itu. Menanggapi keluhan tersebut, sang guru menjawab, “oh iya nak biar ibuk laporin ke petugas MBG nanti sama lewat WA”.
Menindaklanjuti informasi tersebut, sarannews melakukan peninjauan langsung ke lokasi sekolah. Pantauan di lapangan menunjukkan tumpukan omprengan (tempat makan) berbahan stainless steel sedang disusun di teras sekolah. Banyak dari nampan tersebut masih menyisakan makanan yang tidak dihabiskan siswa, terutama telur ceplok dan potongan tomat.
Di lokasi sekolah juga terlihat seseorang sedang memberes-bereskan Omprengan, lalu tidak lama kemudian datang satu unit mobil boks berwarna hitam dengan tulisan “Yayasan Berkah Cahaya”, yang diduga milik mitra penyedia MBG untuk menjemput tumpukan omprengan.
Dari lokasi, sarannews segera mengkonfirmasi temuan ini kepada pihak Pengelola MBG, “MBG LHJ Berkah Cahaya”, melalui pesan WhatsApp (WA). Pihak media memperkenalkan diri pada pukul 13.48 WIB dan menyampaikan perihal keluhan siswa. “Mohon tanggapan nya terkait adanya laporan keluhan siswa atas menu MBG yg basi, di SMPN 1 LHJ,”,
Pihak MBG LHJ Berkah Cahaya awalnya merespons pada pukul 13.56 WIB dengan menyatakan, “Belum ada terima laporan dari sekolah”. Namun, pada pukul 14.02 WIB, pihak pengelola memberikan keterangan lebih lanjut setelah melakukan pengecekan. “Setelah kami kompirmasi ada anak anak yg bilang tomat sudah agak masam,” tulis MBG LHJ Berkah Cahaya, yang dilanjutkan dengan keterangan, “Kompirmasi dari guru penanggung jawab” pada pukul 14.04 WIB.
Pihak MBG menjelaskan menu hari itu. “Masakan hari ini nasi liwet telur ceplok sambal kering tempekacang selada timun dan tomat,” jelas pihak MBG pada pukul 14.13 WIB. Mereka menambahkan, “Nasi liwet ini campur ikan teri Medan,” dan “Mungkin rasanyak agak beda”.
Saat ditanya mengenai tindak lanjut atas keluhan siswa, pihak Pengelola MBG memberikan jawaban pada pukul 14.16 WIB. “Menu nasi liwet ini kedepan tidak akan kami buat lagi karena anak anak tidak auka,” pungkasnya.
Jadwal Pembagian Jadi Pertanyaan Wali Siswa
Di luar insiden tersebut, program MBG ini juga menjadi sorotan publik terkait jadwal pembagiannya. Berdasarkan informasi yang dihimpun, makanan tersebut dilaporkan selalu diberikan kepada siswa menjelang jam pulang sekolah sekitar pukul 13.00 WIB.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di kalangan wali siswa. Mereka mempertanyakan ketepatan waktu pemberian makanan tersebut, dengan alasan anak-anak mereka juga sudah disiapkan makan siang di rumah. Sejumlah wali siswa berpendapat bahwa akan lebih tepat jika menu MBG diberikan pada saat jam istirahat. Publik kini menantikan penjelasan dari pihak terkait mengenai penetapan jadwal tersebut.[red]












