TAPAKTUAN | SaranNews – Kericuhan dan ketegangan yang terjadi di Kantor Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Aceh Selatan pada hari terakhir pengajuan SPM, Senin (29/12/2025), tampaknya bukan tanpa alasan. Teriakan “kas kosong” yang sempat memicu keributan antara rekanan dan pegawai BPKD siang tadi, secara mengejutkan terkonfirmasi oleh data Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD).
Berdasarkan data Postur APBD Kabupaten Aceh Selatan Tahun 2025 yang diperoleh Sarannews.net (posisi data per 28 Desember 2025), kondisi fiskal daerah berada di titik kritis.
Dari target Pendapatan Daerah sebesar Rp 1,46 Triliun, realisasi yang masuk ke kas daerah baru mencapai Rp 843,30 miliar atau setara 57,62%. Artinya, ada selisih (gap) pendapatan yang sangat besar, sekitar Rp 600 miliar yang belum terealisasi hanya tinggal dua hari jelang tutup buku.
Belanja Modal Masih 28 Persen: Di Mana Uangnya?
Data yang lebih mencengangkan terlihat pada pos Belanja Modal, pos yang biasanya mengakomodir pembayaran proyek fisik/konstruksi para rekanan yang kini sedang antre di BPKD.
Hingga 28 Desember, dari pagu Rp 158,17 miliar, realisasi Belanja Modal baru tercatat Rp 45,74 miliar atau hanya 28,92%.
Rendahnya angka ini memunculkan dua spekulasi besar. Pertama, lambatnya administrasi SKPK sehingga terjadi penumpukan 600 SPM di hari terakhir seperti yang dikonfirmasi Kabid Perbendaharaan BPKD. Atau kedua, rendahnya serapan ini memang disengaja sebagai strategi “rem tangan” karena ketersediaan uang tunai (cashflow) daerah yang menipis.
Dana Transfer Pusat Seret
Minimnya kas daerah ini disinyalir akibat belum tuntasnya transfer dari pusat. Pos Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat (TKDD) baru terealisasi 56,51% (Rp 666, 41 M dari target 1,17 T). Demikian pula Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang realisasinya juga masih di angka 61,94%.
Jika uang transfer pusat tidak masuk dalam 24 jam ke depan, ancaman “Gagal Bayar” atau tunda bayar (utang) ke tahun 2026 menjadi skenario nyata yang harus dihadapi para kontraktor, terlepas dari apakah SPM mereka diterima hari ini atau tidak.
Korelasi dengan Insiden BPKD
Fakta data ini memberikan konteks pada insiden siang tadi. Ketika pegawai BPKD menjawab rekanan Poly dengan kalimat “tidak ada uang, apa yang dibayar,” hal tersebut kemungkinan besar adalah refleksi jujur dari kondisi Kas Daerah (Kasda) saat ini.
Dengan ribuan dokumen pencairan yang masuk serentak hari ini, sementara kas daerah belum terisi penuh sesuai target, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menghadapi tekanan likuiditas yang luar biasa berat. Publik kini menanti, apakah “lampu kuning” fiskal ini akan berakhir dengan pencairan dana (SP2D) yang mulus pada 31 Desember nanti, atau justru menjadi catatan utang panjang di awal tahun depan. (Tim Redaksi)










