‘Membakar’ Rupiah di Kuta Blang: Antrean Berjam-jam Jadi Beban Ekonomi dan Stamina Pengendara

  • Bagikan
Deretan kendaraan dan truk logistik yang terjebak antrean panjang di jalur menuju Jembatan Darurat Kuta Blang, Bireuen, Senin (2/2/2026). Kepadatan yang terjadi sejak pukul 10 pagi ini mengakibatkan inefisiensi waktu pengiriman barang dan kelelahan fisik bagi para sopir lintas provinsi. (Foto: Dok. Pribadi/Dhilal Ikhsani)

BIREUEN | SNN — Infrastruktur darurat Jembatan Kuta Blang di Kabupaten Bireuen kian menjadi titik paling melelahkan bagi jalur distribusi logistik Aceh. Pantauan di lokasi pada Senin (2/2/2026) menunjukkan antrean kendaraan roda empat hingga truk mengular hingga ratusan meter, memaksa pengemudi terjebak dalam kondisi mesin menyala selama berjam-jam di bawah terik matahari.

Kepadatan dilaporkan mulai meningkat drastis setelah pukul 10.00 WIB hingga malam hari. Rafi, seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa waktu tunggu yang tidak menentu telah menguras stamina pengguna jalan. “Nunggu lama itu capek, mana sekarang cuaca lagi panas. Kalau warga lokal yang tidak bawa banyak barang, lebih baik pakai motor saja agar tidak terjebak antrean berjam-jam,” ujarnya.

Inefisiensi ini tidak hanya berdampak pada kelelahan fisik, tetapi juga kerugian ekonomi akibat konsumsi bahan bakar yang terbuang sia-sia saat kendaraan berhenti total. Pengendara dari luar daerah disarankan untuk melintas lebih awal di pagi hari guna menghindari puncak kemacetan yang kian tidak terkendali setiap harinya di jalur utama Banda Aceh-Medan tersebut. (DI)

Penulis: Dhilal IhsaniEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *