ACEH BESAR | SaranNews – Kemandirian pangan kini tumbuh subur dari halaman rumah. Di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok, Maidar (44) seorang ibu rumah tangga di Desa Ateuk Monpanah, Kecamatan Simpang Tiga, membuktikan bahwa pekarangan sempit mampu menjadi penyangga ekonomi keluarga yang tangguh, Rabu (14/1/2026).
Berbekal kreativitas, Maidar memanfaatkan karung beras bekas ukuran 10 kilogram sebagai media tanam pengganti polybag. Di tangannya, sebanyak 86 batang kembang kol tumbuh subur bersama berbagai jenis tanaman bumbu lainnya seperti cabai rawit, serai, dan singkong.
“Daripada halaman kosong, lebih baik ditanami. Kalau bisa dipetik sendiri, kenapa harus beli. Karung bekas ini cukup dilubangi, tanamannya tetap tumbuh bagus dan menghemat biaya,” ujar Maidar di sela aktivitas menyiram tanamannya.

Pupuk Organik Mandiri Inovasi Maidar tidak berhenti pada media tanam. Ia memanfaatkan kotoran sapi serta kotoran ayam dan bebek peliharaannya sendiri sebagai pupuk alami. Pola ini menciptakan siklus pangan mandiri tanpa harus bergantung pada pupuk kimia yang mahal.
Hasil dari kebun kecil ini tidak hanya mencukupi kebutuhan meja makan pribadinya. Sebagian kembang kol yang dipanen bahkan dijual ke warung sayur terdekat.
“Kalau ada lebihnya saya jual. Lumayan hasilnya bisa dipakai untuk beli minyak goreng atau kebutuhan dapur lainnya yang tidak tersedia di rumah,” tambahnya.
Apa yang dilakukan Maidar menjadi inspirasi bagi warga lain bahwa ketahanan pangan dapat dimulai dari rumah dengan modal minim. Melalui pemanfaatan limbah karung dan ketelatenan merawat, pekarangan rumah kini bertransformasi menjadi “pasar mini” yang produktif dan efisien. (Sr)










