ACEH BESAR | SNN — Krisis air bersih kembali menghantui warga di tiga kecamatan di Aceh Besar akibat menyusutnya debit air baku di Kolam Mata Ie. Perumda Air Minum Tirta Mountala terpaksa mengambil kebijakan ekstrem dengan memangkas pengambilan air baku hingga 30 liter per detik guna menjaga kestabilan operasional, Senin (2/2/2026).
Direktur Teknik Perumda Tirta Mountala, Ir. Salman, mengungkapkan bahwa penurunan debit ini memaksa pihaknya memberlakukan jadwal distribusi bergilir bagi lebih dari 13.000 pelanggan di Kecamatan Darul Imarah, Darul Kamal, dan Peukan Bada. “Suplai kini tidak lagi menjangkau seluruh pelanggan di jam puncak, terutama yang berada di ujung jaringan,” tegasnya.
Rahmad (42), warga Peukan Bada, mengeluhkan bahwa air kini hanya mengalir pada malam hingga dini hari, menyulitkan aktivitas harian warga. Sementara itu, rencana pembangunan SPAM Regional Leupung sebagai solusi permanen dilaporkan masih dalam tahap persiapan pengadaan tanah sejak tahun anggaran 2025. Tanpa percepatan pembebasan lahan dan pembangunan fisik, belasan ribu warga Aceh Besar dipastikan akan terus bergantung pada pasokan air yang kian menipis setiap musim kemarau tiba. (Sr)












