ACEH TENGAH | SaranNews – Semangat gotong royong memulihkan pendidikan pascabencana terus mengalir. Kali ini, puluhan mahasiswa dari UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan IAIN Takengon berkolaborasi membersihkan sisa banjir di SD Negeri 9 Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah.
Meski aksi ini telah dimulai sejak akhir pekan lalu (27/12/2025), proses pembersihan masih terus dikebut mengingat tebalnya endapan lumpur yang menutup ruang kelas. Foto di lokasi memperlihatkan para mahasiswa harus menggunakan alat penyapu air (wiper) lantai untuk mendorong lumpur cair keluar dari ruangan.
Koordinator Aksi, Razif Al Farisy, menyebutkan bahwa gerakan ini adalah bentuk tanggung jawab moral mahasiswa.
“Kami ingin memastikan sekolah ini kembali bersih dan siap digunakan, sehingga adik-adik siswa dapat belajar dengan nyaman saat aktivitas sekolah dimulai kembali Januari nanti,” ujar Razif.
Kepala SD Negeri 9 Kebayakan, Saena Ningsih, M.Pd., mengapresiasi bantuan tenaga tersebut. Namun, ia menitipkan pesan mendesak kepada pemerintah daerah. Menurutnya, sekolah bersih saja tidak cukup.
“Lumpur bisa dibersihkan, tapi fasilitas kami rusak parah. Kami berharap pemerintah segera memfasilitasi meja, kursi, dan buku pelajaran baru. Tanpa itu, proses belajar mengajar sulit kembali normal,” harap Saena.
Dukungan dari TNI (Koramil Kebayakan) juga terlihat di lokasi, bahu-membahu bersama mahasiswa memastikan sekolah ini bisa mengejar target operasional Semester Genap. (Sr)












