Kantor BPKD Aceh Selatan Mencekam, Empat Pria Ngamuk dan Siramkan Bensin di Ruangan Perbendaharaan

  • Bagikan
gbr ilustrasi SN

TAPAKTUAN – SaranNews | Suasana tegang dan mencekam menyelimuti Kantor Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Aceh Selatan di Tapaktuan, pada Rabu (hari ini) sekitar pukul 11.00 WIB.

Sekelompok pria berjumlah sekitar empat orang mendatangi kantor tersebut dan melakukan aksi teror. Mereka mengamuk, mengobrak-abrik inventaris kantor, hingga nekat menyiramkan cairan yang diduga kuat Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin (Pertalite) di dalam ruangan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun sarannews.net dari keterangan sumber internal BPKD di lokasi kejadian, insiden bermula ketika keempat pria tersebut menerobos masuk ke ruangan Bidang Perbendaharaan.

Dengan nada tinggi dan penuh emosi, mereka memarahi pegawai yang sedang bertugas. Para pelaku mempertanyakan dengan keras mengapa dana atau pembayaran milik mereka untuk Tahun Anggaran 2024 belum juga dicairkan oleh pihak BPKD.

Ketegangan memuncak saat para pelaku mulai bertindak anarkis dengan mengobrak-abrik isi ruangan. Puncaknya, salah satu pelaku mengeluarkan sebuah botol air mineral ukuran besar yang telah berisi cairan diduga Pertalite dan langsung menyiramkannya di area tersebut.

Beruntung, aksi nekat itu tidak berlanjut pada pembakaran. Setelah melampiaskan amarah dan menyiramkan bensin, keempat pelaku bergegas keluar ruangan dan melarikan diri menggunakan satu unit kendaraan roda empat (mobil).

Sumber internal tersebut mengungkapkan fakta penting terkait identitas pelaku. Salah seorang pegawai di sana mengaku mengenali wajah salah satu dari keempat pria tersebut.

“Salah seorang pegawai di sini mengenali salah satu pelakunya yang berinisial “M”. Selain itu, ada pegawai lain yang sempat mengikuti mereka saat keluar dan berhasil mengingat nomor polisi (plat) mobil yang digunakan untuk kabur,” ujar sumber tersebut.

Dikabarkan, saat insiden teror ini terjadi, Kepala BPKD Aceh Selatan sedang tidak berada di tempat. Yang bersangkutan diketahui sedang melaksanakan tugas Dinas Luar (DL) sejak hari Senin lalu dan belum kembali berkantor.

Hingga berita ini diturunkan, kasus pengrusakan dan ancaman serius di kantor pemerintahan tersebut dikabarkan telah ditangani secara intensif oleh pihak kepolisian dari Polres Aceh Selatan. Pihak berwenang sedang melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap para pelaku berdasarkan petunjuk yang telah dikantongi. (Redaksi)

Penulis: zamzamiEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *