“Kalau Gitu Tutup Saja Jembatannya,” Keluh Sopir Logistik Hadapi Pembatasan di Jembatan Bailey Kuta Blang

  • Bagikan
(Foto: Dok. saranNews/Dhilal Ikhsani)

BIREUEN | SaranNews – Kebijakan pembatasan kendaraan berat di Jembatan Bailey Kuta Blang mulai memicu gelombang keberatan dari para pelaku distribusi logistik. Sejumlah sopir truk pengangkut komoditas penting mengeluhkan aturan tonase dan sistem timbangan yang dinilai menyulitkan arus distribusi barang masuk ke wilayah Aceh, Selasa (20/1/2026).

Salah seorang sopir truk pengangkut pakan ayam asal Medan, Toni, mengekspresikan kekecewaannya saat terjebak dalam antrean panjang di lokasi jembatan. Ia menilai pembatasan muatan di jalur utama lintas nasional ini sangat menghambat mobilitas kendaraan angkutan barang yang dikejar waktu.

“Kalau gitu tutup saja jembatannya,” cetus Toni saat diminta tanggapannya terkait kebijakan tersebut di tengah kemacetan.

Kekhawatiran para sopir ini bukan tanpa alasan. Jika truk harus mengurangi muatan secara drastis atau tertahan lama karena pemeriksaan tonase, hal tersebut diprediksi akan berdampak pada stabilitas stok dan harga komoditas tertentu di pasar-pasar Aceh. Sebagai solusi jangka panjang, para sopir berharap pembangunan jembatan permanen yang sedang dipacu oleh PT Adhi Karya dapat segera rampung agar distribusi logistik kembali normal tanpa hambatan aturan darurat.

Hingga Selasa siang, pantauan di lapangan menunjukkan kendaraan berat masih mendominasi arus lalu lintas dan mengantre secara bergiliran di bawah pengawasan ketat petugas. (DI)

Penulis: Dhilal IhsaniEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *