Kado Pahit HUT ke-69 Aceh Selatan: Akses Koto Indarung-Seurai Urai Berubah Jadi “Jalan Neraka”

  • Bagikan

TAPAKTUAN | SaranNews – Peringatan Hari Jadi ke-69 Kabupaten Aceh Selatan yang jatuh pada hari ini, Senin (24/11/2025), diwarnai oleh keprihatinan mendalam dari sektor infrastruktur pedalaman. Di tengah persiapan seremonial perayaan usia matang kabupaten yang kini diperkuat payung hukum Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2024, akses vital masyarakat di Kecamatan Kluet Tengah justru dalam kondisi lumpuh dan memprihatinkan.

Redaksi Sarannews menerima rekaman visual kondisi terkini pada Minggu (23/11/2025) sore, yang memperlihatkan akses jalan menuju Gampong Koto Indarung dan Gampong Seurai Urai rusak parah. Hujan deras yang mengguyur kawasan pegunungan tersebut mengubah badan jalan yang masih berupa tanah merah menjadi kubangan lumpur tebal. Kondisi ini praktis membuat akses transportasi bagi ratusan warga di dua desa tersebut nyaris terputus total.

Dalam dokumentasi tersebut, terekam jelas perjuangan berat warga yang memaksa melintas. Sepeda motor tidak lagi bisa dikendarai dengan wajar, melainkan harus didorong sekuat tenaga melewati tanjakan licin yang berbahaya. Roda kendaraan tampak terbenam dalam lumpur liat, membuat warga dan beberapa petugas di lokasi harus berjibaku saling bantu untuk sekadar menaklukkan medan jalan yang lebih mirip jalur off-road ekstrem tersebut. Pemandangan ini menjadi kontras yang sangat tajam dengan usia kabupaten yang sudah hampir mencapai tujuh dekade.

Kerusakan infrastruktur di wilayah Menggamat ini seolah menjadi “pekerjaan rumah” abadi yang tak kunjung tuntas. Padahal, Gampong Koto Indarung dan Seurai Urai adalah bagian dari denyut nadi perekonomian dan sejarah Kluet Tengah. Ketiadaan akses aspal yang layak di usia kabupaten yang ke-69 ini menimbulkan pertanyaan besar terkait pemerataan kue pembangunan yang selama ini didengungkan pemerintah daerah.

Momen ulang tahun kabupaten semestinya menjadi ajang refleksi keberhasilan pembangunan. Namun bagi warga Koto Indarung dan Seurai Urai, tanggal 24 November tahun ini tampaknya belum membawa kabar gembira perubahan nasib. Jalanan yang hancur ini menjadi pesan sunyi namun menohok bagi Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, bahwa kemerdekaan akses dan mobilitas masih menjadi barang mahal bagi sebagian rakyatnya di pelosok.(Tim Redaksi)

Penulis: Zuhar NizanEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *