TAPAKTUAN | SaranNews – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Aceh Selatan ke-69 yang puncaknya akan berlangsung pada Senin, 24 November 2025 mendatang (lusa), direncanakan akan digelar cukup meriah di tiga lokasi terpisah. Informasi yang dihimpun Sarannews menyebutkan bahwa rangkaian kegiatan akan dipusatkan di Alun-alun Kantor Bupati, Masjid Agung, serta Lapangan Naga Tapaktuan.
Pelaksanaan acara ini diketahui melibatkan pihak ketiga atau Event Organizer (EO), namun besaran anggaran yang digelontorkan untuk jasa EO tersebut hingga kini belum diketahui publik. Upaya konfirmasi kepada Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan selaku koordinator acara belum membuahkan hasil, lantaran pejabat yang bersangkutan dikabarkan sedang menjalani perawatan (opname) di Rumah Sakit, sehingga permintaan keterangan resmi tertunda sementara waktu.
Kemeriahan rencana perayaan yang menggunakan jasa EO tersebut terasa sangat kontras dengan kondisi keuangan “berdarah-darah” yang dialami sejumlah Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK). Di tengah persiapan pesta daerah, beberapa dinas strategis seperti Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas pendidikan dan Kebudayaan, Inspektorat Aceh selatan, serta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) justru melaporkan kondisi kas operasional yang kosong.
Fakta miris ini terungkap saat Sarannews menawarkan kerja sama publikasi ucapan selamat HUT kepada Kepala Dishub Aceh Selatan, Filda. Ia secara terbuka menyatakan ketidaksanggupan instansinya berpartisipasi karena ketiadaan dana. “Mohon maaf kami tdk ada anggaran lg utk ops sampai akhir tahun ni,” ujar Filda melalui pesan tertulis. Jawaban serupa mengenai ketiadaan anggaran operasional juga disampaikan oleh pihak PUPR dan DKP.
Filda menjelaskan bahwa kondisi keuangan yang sulit ini merupakan dampak langsung dari kebijakan efisiensi akibat defisit anggaran daerah yang sudah dirasakan sejak awal periode. “Ya krn efisiensi. Dimulai awal tahun kmrn krn kondisi defisit, anggaran dipangkas utk efisiensi,” terangnya. Terkait kewajiban pembayaran tunda bayar maupun kegiatan berjalan tahun 2024 dan 2025, ia mengakui realisasinya macet.
“Sementara blm, baik ls maupun GU,” ungkapnya. Meski saat ini proses pergeseran anggaran sedang berlangsung, pihaknya masih dalam posisi menunggu kepastian, dengan sedikit harapan pada pembayaran sebagian kecil utang belanja langsung. “Msh menunggu arahan selanjutnya, infonya akan ada pembayaran utang LS sebesar 20%, kalau GU blm ada informasi,” tambah Filda.
Lebih jauh, Kepala Dishub tersebut memaparkan proyeksi beban dinasnya hingga tutup buku Desember 2025. Meskipun pos Ganti Uang (GU) diprediksi aman dari utang, beban tagihan listrik Penerangan Jalan Umum (PJU) menjadi kekhawatiran utama. “Utk tahun 2025 ni potensi utang utk GU tdk ada, kemungkinan tunggakan/utang rekening pju,” jelas Filda.
Pernyataan Filda menutup konfirmasi tersebut seolah menggambarkan betapa luasnya dampak krisis keuangan ini di lingkup Pemkab Aceh Selatan. “Saya rasa gak perlu tayang krn hampir semua dinas merasakan hal yg sama,” tuturnya.
Masyarakat tentu berharap, di usia ke-69 ini, Aceh Selatan dapat segera keluar dari kemelut defisit yang membelenggu. Perayaan yang digelar semestinya tidak hanya menyisakan hingar-bingar sesaat, melainkan menjadi momentum evaluasi serius bagi pemerintah daerah untuk menyehatkan kembali postur anggaran, agar roda pelayanan publik tidak terus-menerus tersandera oleh kondisi kas yang kosong.[red]











