ACEH BESAR | SaranNews – Menjelang pergantian tahun baru 2026, harga emas murni di wilayah Kabupaten Aceh Besar terpantau mengalami lonjakan tajam. Pantauan di pusat pasar Lambaro, Rabu (24/12/2025), harga “si kuning” kini menembus angka psikologis Rp7.800.000 per mayam (3,3 gram), belum termasuk ongkos pembuatan.
Salah satu pedagang di Toko Emas Nur Permata, Lambaro, membenarkan kenaikan tersebut. Menurutnya, tren kenaikan harga ini sudah terasa signifikan sejak H-2 Natal.
“Posisi hari ini Rp7,8 juta per mayam, itu harga emas murni saja. Kalau tambah ongkos buat, harganya variatif tergantung kerumitan model cincin atau gelangnya,” jelas sang pedagang.
Tak hanya emas perhiasan, logam mulia (LM) Antam juga ikut melambung. Pecahan 1 gram kini dibanderol fantastis di angka Rp2.680.000. Kenaikan ini dipicu oleh tren harga pasar global yang kerap menguat di momen tutup tahun.
“Biasanya memang begitu siklusnya, jelang tahun baru harga cenderung naik dan susah turun. Prediksi kami, harga ini akan bertahan hingga awal tahun depan,” tambahnya.
Tingginya harga emas membuat suasana transaksi di Pasar Lambaro sedikit lesu untuk pembeli perhiasan. Sebaliknya, warga justru ramai yang datang untuk menjual kembali (buyback) emas simpanan mereka demi mengambil keuntungan selisih harga (cuan). (Sr)











