Jangan Biarkan Anak Menanggung Luka Seumur Hidup

  • Bagikan

Oleh: Gusmawi Mustafa 

Anak-anak adalah amanah. Mereka adalah generasi masa depan yang seharusnya tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang. 

Tapi hari ini, masih ada anak-anak yang hidup dalam bayang-bayang trauma akibat kekerasan seksual yang dilakukan oleh orang-orang tak berhati nurani.

Tindakan bejat seperti sodomi dan pelecehan seksual terhadap anak bukan hanya merusak tubuh, tapi menghancurkan jiwa. Luka yang ditinggalkan tidak terlihat oleh mata, namun mengendap dalam hati korban. 

Seorang anak yang dulu periang bisa berubah menjadi pendiam, tertutup, takut bersosialisasi, bahkan mengalami gangguan kejiwaan di kemudian hari. Ini adalah penderitaan panjang luka batin yang bisa terus mereka bawa sampai tua, bahkan sampai ajal menjemput.

Yang menyayat hati, pelaku kejahatan ini kerap masih bisa bebas berkeliaran. Ia hidup tanpa rasa bersalah, tertawa dan berinteraksi seolah tidak pernah merusak hidup orang lain. Sementara korban anak kecil yang tak tahu apa-apa menanggung beban berat sendirian, tanpa tahu kepada siapa harus bersandar.

***

Kita tidak boleh tinggal diam. Sudah saatnya kita bersikap tegas. Hukum harus ditegakkan seadil-adilnya. Pelaku kekerasan seksual terhadap anak tidak pantas diberi ampun. Hukuman harus berat dan memberi efek jera, agar tidak ada lagi yang berani mengulangi perbuatan yang sama.

Kami juga mengajak masyarakat untuk bangkit dan bersuara. Jangan anggap ini masalah sepele. Jangan takut melapor. Bila ada anak yang menjadi korban, jangan salahkan didampingi, lindungi, dan beri semangat. Sebaliknya, pelaku harus diproses secara hukum dan dijauhkan dari lingkungan anak-anak.

***

Mari kita jadikan ini gerakan bersama. Gerakan menyelamatkan anak-anak dari kekerasan. Gerakan yang mendorong keluarga, sekolah, tokoh agama, aparatur gampong, dan pemerintah untuk peduli dan bertindak. Gerakan yang tidak mentolerir kejahatan seksual dalam bentuk apa pun.

Anak-anak adalah masa depan kita. Jangan biarkan satu orang pun merusak mereka. Jadikan lingkungan kita tempat yang aman dan layak bagi setiap anak untuk tumbuh dan bermimpi.[]

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *