Isu Pelantikan Pejabat Eselon II Hasil JPT dan Mutasi Eselon III dan IV di Jajaran Pemprov Aceh Merebak

  • Bagikan

BANDA ACEH | SaranNews – Gelombang mutasi besar-besaran di lingkungan Pemerintah Aceh dikabarkan akan segera mencapai puncaknya pada Jumat, 30 Januari 2026 lusa. Rumor mengenai pelantikan ini tidak hanya menyasar sembilan posisi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama yang baru saja menyelesaikan proses seleksi terbuka, tetapi juga diprediksi akan menyentuh ratusan kursi pejabat administrator (Eselon III) dan pengawas (Eselon IV) di berbagai SKPA.

Keluarnya Pengumuman Panitia Seleksi Nomor: 15/Pansel-JPTP/I/2026 tertanggal 26 Januari 2026 telah menjadi pematik utama. Dokumen tersebut merilis 27 nama yang masuk dalam daftar tiga besar untuk sembilan instansi strategis, termasuk Dinas Pendidikan, RSUDZA, dan Inspektur Aceh. Secara prosedur, Gubernur Muzakir Manaf kini memiliki mandat penuh untuk memilih satu nama dari setiap tiga kandidat tersebut untuk dilantik sebagai pejabat definitif.

Seiring dengan semakin dekatnya waktu pelantikan yang diisukan bakal digelar di Anjong Mon Mata, dinamika di internal birokrasi kian memanas. Fenomena “kasak-kusuk” di kalangan pejabat aktif pun tak terhindarkan. Banyak pejabat yang saat ini sedang menjabat mulai merasa cemas akan posisinya, mengingat pergantian pimpinan eselon II biasanya turut membawa perubahan pada komposisi pejabat di bawahnya atau yang sering disebut dengan istilah “gerbong baru”.

Kabar yang beredar di lapangan menyebutkan bahwa sejumlah pejabat mulai sibuk mencari “sandaran” atau dukungan politik guna mengamankan posisi mereka agar tidak terlempar dari jabatan strategis. Bahkan, isu mengenai aktivitas para “calo jabatan” yang mengklaim mampu mendekatkan figur tertentu ke lingkaran kekuasaan turut mewarnai drama menjelang “Jumat Keramat” ini.

Publik kini menaruh harapan besar agar Gubernur Muzakir Manaf tetap konsisten pada prinsip profesionalisme dan meritokrasi. Sorotan utama tertuju pada kursi panas Kepala Dinas Pendidikan Aceh, di mana Murthalamuddin, S.Pd, MSP, Dr. Zulkifli, S.Pd., M.Pd, dan Hamdizal, S.Pd. tengah menanti keputusan final dari pimpinan daerah. Integritas Gubernur dalam memilih satu dari tiga nama ini akan menjadi sinyal kuat bagaimana arah tata kelola pemerintahan Aceh selama lima tahun ke depan.

Hingga Rabu malam, suasana di Kantor Gubernur terpantau masih sibuk dengan aktivitas persiapan administrasi, mengisyaratkan bahwa mesin birokrasi memang sedang dipersiapkan untuk hajatan besar akhir pekan ini.[red]

Penulis: Tim Redaksi sarannews.netEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *