Imbas Konflik Timur Tengah, SPBU di Bireuen Diserbu Warga: Panic Buying Meluas

  • Bagikan

BIREUEN | SNN – Fenomena panic buying atau aksi borong Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bireuen sejak Kamis (5/3/2026) siang. Antrean panjang kendaraan terlihat mengular di sejumlah SPBU, di antaranya SPBU Leubu, SPBU Teupin Siron, SPBU Paya Meuneng, dan SPBU Cot Gapu. Kepadatan ini dipicu oleh kekhawatiran masyarakat terhadap potensi gangguan pasokan minyak global akibat meningkatnya tensi konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Pantauan di lapangan menunjukkan kemacetan yang tidak terhindarkan karena volume kendaraan roda dua dan roda empat meningkat drastis. Masyarakat khawatir konflik tersebut akan berdampak pada kelangkaan atau kenaikan harga BBM di tingkat lokal secara mendadak di tengah bulan Ramadhan.

Menanggapi situasi tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan kepastian bahwa stok energi nasional masih dalam zona aman. “Masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan. Ketahanan cadangan nasional untuk BBM, minyak mentah, hingga LPG saat ini berada di atas ambang batas 23 hari,” tegas Bahlil. Selain cadangan, Indonesia juga masih didukung produksi domestik sekitar 600 ribu barel per hari. Pemerintah terus memantau pergerakan stok secara berkala guna menjamin tidak adanya kekosongan di tingkat pengecer maupun SPBU, sehingga stabilitas pasokan dan harga tetap terkendali. (DI)

Penulis: Dhilal IkhsaniEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *