ACEH BESAR | SaranNews – Krisis kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (gas melon) yang melanda sejumlah wilayah di Aceh mulai berdampak serius. Di Kecamatan Montasik, Aceh Besar, ratusan warga rela mengantre sejak pagi buta di halaman Kantor Camat setempat, Kamis (18/12/2025).
Kelangkaan ini dipicu oleh terhambatnya distribusi pasokan dari Terminal LPG Arun, Lhokseumawe, akibat putusnya akses transportasi utama di jembatan wilayah jalur lintas timur Aceh. Kondisi ini membuat pasokan gas ke wilayah Aceh Besar dan sekitarnya tersendat.
Untuk mengatasi kepanikan warga, Pihak Kecamatan Montasik memfasilitasi operasi pasar gas elpiji 3 kilogram dengan sistem giliran per gampong. Warga diwajibkan membawa Kartu Keluarga (KK) sebagai syarat pembelian agar distribusi tepat sasaran.
Pantauan saranNews di lokasi, warga sudah memadati halaman kantor camat sejak pukul 08.00 WIB. Namun, armada truk pengangkut gas baru tiba di lokasi pada pukul 14.46 WIB. Keterlambatan distribusi ini memaksa warga menunggu hingga lebih dari enam jam.
Kamisna (42) warga Gampong Piyeung Mon Ara, mengaku terpaksa ikut antre karena stok gas di pengecer dan pangkalan resmi di desanya kosong total.
“Sudah beberapa hari kami keliling dan menunggu di pangkalan gampong, tapi gas kosong. Saya datang lebih cepat supaya bisa kebagian, biar tidak lama antre, ternyata mobilnya yang telat,” ujarnya dengan nada lelah.
Warga berharap pemerintah provinsi maupun kabupaten segera mencari solusi taktis atas kendala distribusi ini. Keterlambatan pasokan dinilai sangat memukul aktivitas rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang sepenuhnya bergantung pada gas bersubsidi.
Hingga berita ini diturunkan, proses penyaluran gas masih berlangsung di bawah pengawasan ketat pihak kecamatan dan Muspika untuk menjaga ketertiban. (Sr)










