SaranNews.Net | Aceh Selatan – Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Aceh Selatan, Tgk. H. Erli Safriza Al-Yusufy mengapresiasi program Magrib Mengaji yang diluncurkan Bupati Aceh Selatan di Kecamatan Samadua beberapa waktu lalu dan mengajak masyarakat untuk mendukung program tersebut.
“Gerakan Maghrib Mengaji ini bukanlah sesuatu yang asing, kegiatan ini merupakan khazanah Aceh sejak masa Kesultanan, sudah menjadi kebiasaan orang tua kita dahulu. Dari sinilah, masyarakat Aceh belajar untuk tidak buta aksara, dengan program ini masyarakat Aceh tempo dulu semuanya mampu membaca Al-quran” kata Abati Erli.
“Kebiasaan mengaji usai Magrib di Masjid, Musholla atau rumah-rumah Teungku Seumeubeut merupakan budaya yang turun temurun di masyarakat Aceh,hanya saja selama ini hampir hilang, karena tidak digalakkan oleh pemerintah.” sambungnya.
Lebih lanjut, Abati Erli menjelaskan, program Magrib Mengaji yang digalakkan kembali oleh Bupati Aceh Selatan harus mendapat perhatian besar dari para alim ulama, terutama Himpunan Ulama Dayah Kabupaten Aceh Selatan.
Jadi, atas nama pribadi dan HUDA, kami menyambut baik program Pemerintah Aceh Selatan tersebut, karena bisa kembali menumbuhkan minat Masyarakat Muslim di Aceh Selatan untuk rajin mengaji” ujar Abati Erli.
Abati Erli menambahkan, sejak dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan, H.Mirwan dan H.Baital Mukadis sudah memperlihatkan keseriusannya dan perhatiannya dalam mendukung penegakan syariat Islam di Aceh Selatan.
Sebut saja,beberapa program pro syariat yang telah dilakukan seperti Magrib mengaji, Baitul Mal Gampong (BMG), dan Lainnya, ini dilakukan dalam prioritas 100 hari masa kerja pemerintah terpilih, ini menunjukkan keseriusan beliau mendukung syariat Islam Aceh Selatan.
“Untuk itu, harapan kami, program ini dilakukan dengan konsisten dan terimplementasikan sampai ke akar-akar masyarakat, bukan sekedar pejabat dan perangkat gampong, bisa tumbuh minat magrib mengaji ini, sampai ke rumah-rumah masyarakat di kabupaten Aceh Selatan, jika ini mampu kita wujudkan, insyaallah Anak-anak dan masyarakat Aceh Selatan, tidak ada lagi yang tidak mampu membaca Al-Quran” tutup Tgk.Erli.(*)










