SaranNews.Net – Santri harus kritis dan peduli politik,apalagi ditengah ketidakstabilan politik Nasional saat ini, kata Heru Setiawan saat wartawan SaranNews.Net Rama Ari Yulis menyambanginya, Minggu, 23 Maret 2025.
Menurut Heru yang saat ini sebagai tenaga pengajar di Pondok Pesantren Najmul Hidayah Al-Aziziyah, Samalanga Kabupaten Bireun ini, santri di Aceh harus lebih aktif dan peduli terkait persoalan sosial politik di Aceh maupun Nasional.
Ajakan ini disampaikan Heru, dalam rangka meningkatkan kesadaran generasi muda, khususnya santri, akan pentingnya perannya dalam membangun masa depan bangsa melalui partisipasi politik yang sehat dan bertanggung jawab.
” Politik adalah sarana untuk memperjuangkan kepentingan umat dan masyarakat. Sebagai santri, kita tidak boleh abai terhadap persoalan ini karena kebijakan politik sangat memengaruhi kehidupan kita, termasuk pendidikan dan keagamaan,” kata Heru Setiawan.
Lebih lanjut, Heru menjelaskan bahwa kepedulian terhadap politik bukan berarti terjun langsung ke dunia praktis, melainkan dengan memahami isu-isu kebangsaan, memilih pemimpin yang amanah, dan mengawasi jalannya roda pemerintahan.
“Santri harus menjadi garda terdepan dalam menjaga moralitas dan etika politik. Kita harus memastikan “bahwa politik digunakan sebagai alat untuk kebaikan, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok,” lanjut putra kelahiran Kluet Selatan itu.
Heru menambahkan, kedepan santri di Aceh harus berani tampil di panggung politik,baik daerah maupun Nasional. Sebab, bangsa ini didirikan oleh para ulama yang berasal dan notabene nya seorang santri.
Lihat saja, bagaimana peran T.Chik Ditiro, Teuku Umar, dan pahlawan Aceh lainnya dalam berjuang melawan penjajahan. Begitupun, di tingkat nasional, bagaimana peran KH.Hasyim As’ary, KH.Ahmad Dahlan dan ulama lainnya di Indonesia.
“Sehingga santri dapat menjadi generasi yang tidak hanya religius, tetapi juga melek politik dan berkontribusi aktif dalam pembangunan bangsa dan negara” tutup Heru Setiawan|Rama Ari Yulis.










