Harga Beda Tipis dan Tak Bisa Pilih Daging, Warga Keluhkan Kualitas Pasar Murah Pemko Banda Aceh

  • Bagikan

BANDA ACEH | SNN – Gelaran Pasar Murah Daging Meugang yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh memasuki hari kedua, Senin (16/2/2026). Salah satu titik lokasi penjualan dipusatkan di kawasan Eks Pasar Aceh Shopping (PAS) atau Jalan K.H. Ahmad Dahlan.

Namun, berdasarkan pantauan media di lokasi pada pukul 09.30 WIB, suasana pasar murah tersebut terlihat kurang ramai alias lengang. Antusiasme warga tampak tidak setinggi hari-hari pasar murah sembako pada umumnya.

Di tengah suasana yang relatif sepi tersebut, terlihat Wakil Walikota Banda Aceh beserta rombongan hadir di lokasi. Kehadiran orang nomor dua di Banda Aceh ini diperkirakan dalam rangka melakukan peninjauan langsung atau inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan kelancaran distribusi daging bersubsidi tersebut.

Keluhan Kualitas Daging

Meski dihadiri pejabat daerah, sejumlah warga yang datang berbelanja tak sungkan menyampaikan keluhannya terkait kualitas daging yang ditawarkan.

Siti (45), seorang pengunjung yang datang jauh-jauh dari Gampong Punge, mengaku sedikit kecewa dengan komposisi daging yang ia terima. Kepada Sarannews.net, ia menyebutkan bahwa daging yang ditimbang petugas didominasi oleh lemak.

“Kualitas daging yang ditimbang kebanyakan lemak (gapah),” ujar Siti singkat namun bernada kecewa.

Hal senada diungkapkan oleh Juliana, Menurutnya, selisih harga yang ditawarkan pemerintah tidak sebanding dengan kepuasan berbelanja. Di pasar murah ini, pembeli tidak diberikan keleluasaan untuk memilih potongan daging sesuai selera.

“Harga sedikit selisih dengan harga di luar, namun di sini dagingnya tidak bisa pilih. Ditaruh banyak lemaknya ya harus diterima,” keluh Juliana.

Juliana berharap, meskipun ini adalah program pasar murah, kualitas daging untuk masyarakat sebaiknya tetap diperhatikan, terutama proporsi lemak dan daging murni.

“Kami minta lemaknya janganlah terlalu masuk ke dalam timbangan, karena kami kadang hanya beli satu sikola (kilogram) saja,” timpalnya.

Sebagai informasi, Pemko Banda Aceh membanderol daging sapi di pasar murah ini seharga Rp 140.000 per kilogram, lebih murah sekitar Rp 10.000 hingga Rp 15.000 dibandingkan harga pasar pagi ini. Namun, dengan kondisi daging yang bercampur lemak dan tidak bisa dipilih, sebagian warga tampaknya mulai berpikir ulang untuk antre di lokasi pasar murah. (Red)

Penulis: zamzamiEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *