Hampir Tiga Pekan Jembatan Kutablang Lumpuh, Mobilitas Warga Bergantung pada ‘Boat Ketek’

  • Bagikan

BIREUEN | SaranNews – Akses jalan lintas nasional Banda Aceh-Medan di kawasan Kutablang, Kabupaten Bireuen, masih terganggu akibat terputusnya Jembatan Kutablang. Sudah hampir tiga pekan, mobilitas warga di jalur vital ini terhenti dan harus dialihkan menggunakan transportasi sungai darurat, atau yang akrab disebut warga setempat sebagai “boat ketek”.

Kondisi ini memaksa pengguna jalan turun dari kendaraan dan menyeberangi sungai untuk melanjutkan perjalanan. Hal ini dialami langsung oleh Aufa (19), seorang mahasiswi UIN Ar-Raniry Banda Aceh yang hendak pulang ke rumahnya di Kecamatan Gandapura, Bireuen.

“Karena jembatan darurat di Awe Geutah dan Jembatan Kutablang ini masih dalam perbaikan, jadi kita harus naik boat untuk menyeberangi sungai,” ujarnya saat ditemui di lokasi penyeberangan.

Pantauan di lapangan, beberapa perahu beroperasi secara bergantian untuk mengangkut penumpang. Meski menjadi solusi sementara, proses penyeberangan ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi warga, terutama saat arus sungai sedang deras. Rasa waswas kian terasa mengingat riwayat kecelakaan air yang pernah terjadi sebelumnya.

“Rasanya agak takut sih, apalagi sebelumnya ada kejadian boat terbalik, ditambah perjalanannya jadi lebih lama karena kita harus mengantre, dan mengeluarkan biaya lagi untuk naik boat-nya,” ungkap Aufa.

Terputusnya akses utama Banda Aceh-Medan ini berdampak signifikan pada mobilitas masyarakat. Selain waktu tempuh perjalanan yang bertambah akibat antrean, masyarakat juga terbebani biaya ekstra untuk jasa penyeberangan.

Hingga saat ini, boat ketek masih menjadi satu-satunya tumpuan warga sembari menunggu perbaikan infrastruktur. Masyarakat berharap pemerintah segera memulihkan akses darat pada jalan lintas nasional tersebut agar aktivitas dan perjalanan dapat kembali normal.[DI]

Reporter: Dhilal Ikhsani

Penulis: Dhilal IkhsaniEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *