BANDA ACEH | SaranNews — Wajah ruang publik di ibu kota Provinsi Aceh kembali mendapat sorotan tajam. Trotoar yang seharusnya menjadi ruang aman bagi pejalan kaki, kini beralih fungsi menjadi lokasi permanen bagi lapak pedagang kaki lima, memaksa warga bertaruh keselamatan dengan berjalan di badan jalan, Sabtu (24/1/2026).
Pantauan di salah satu ruas jalan utama Banda Aceh memperlihatkan sebuah gerobak jualan lengkap dengan bangku kayu panjang yang menutupi seluruh lebar jalur pejalan kaki. Kondisi ini membuat fungsi trotoar hilang total, memaksa warga termasuk anak muda yang mulai menggemari gaya hidup sehat berjalan kaki untuk turun ke jalan raya dan berdampingan langsung dengan kendaraan bermotor.
Fenomena ini mencerminkan minimnya keberpihakan penataan kota terhadap manusia dibandingkan kendaraan. Tanpa adanya pengawasan dan penataan tegas dari otoritas terkait, trotoar di Banda Aceh dikhawatirkan akan terus kehilangan fungsinya, sementara pejalan kaki dipaksa beradaptasi dengan risiko kecelakaan di jalan raya demi kelangsungan aktivitas ekonomi sepihak. (TPI)











