JAKARTA | SaranNews – Langkah Tim Nasional Indonesia untuk berlaga di panggung Piala Dunia 2026 harus terhenti secara dramatis. Tim Garuda takluk dengan skor tipis 0-1 dari Irak dalam laga krusial putaran keempat Kualifikasi Zona Asia Grup B. Kekalahan ini memastikan Indonesia tersingkir, sementara Irak menjaga asa untuk melaju ke babak berikutnya.
Pertandingan sebenarnya diwarnai oleh dominasi awal Indonesia yang berhasil menciptakan sejumlah peluang emas. Sebuah sontekan dari Kevin Diks sempat menggetarkan mistar gawang Irak, sementara Mauro Zijlstra beberapa kali memberikan ancaman serius di lini pertahanan lawan.
Namun, petaka datang pada babak kedua. Sebuah kelengahan di lini belakang yang diawali kesalahan penguasaan bola oleh Rizky Ridho menjadi celah fatal. Momen tersebut dimanfaatkan secara sempurna oleh pemain pengganti Irak, Zidane Iqbal, yang melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti dan tak mampu dihalau kiper Maarten Paes. Gol tunggal itu menjadi satu-satunya pembeda hingga laga usai.
Tensi pertandingan memuncak menjelang peluit akhir. Kepemimpinan wasit Ma Ning asal China menjadi sorotan setelah beberapa keputusannya dianggap merugikan Indonesia, terutama pada insiden di area penalti Irak. Suasana emosional pun tak terhindarkan di lapangan. Gelandang Thom Haye tertangkap kamera tak kuasa menahan air mata, menggambarkan betapa dalamnya kekecewaan para pemain.
Di tengah situasi yang memanas, kapten tim Jay Idzes menunjukkan kepemimpinannya dengan menenangkan rekan-rekannya dan meredam protes suporter yang sempat melempar botol ke arah lapangan sebagai bentuk kekecewaan terhadap wasit.
Hasil ini mengunci posisi Indonesia sebagai juru kunci klasemen akhir Grup B tanpa meraih satu poin pun dari dua laga. Bagi Irak, kemenangan ini membuka kembali jalan mereka untuk menghadapi Arab Saudi di laga penentuan. Meskipun mimpi tampil di Piala Dunia edisi ini telah berakhir, kekalahan ini menjadi bahan evaluasi mendalam bagi seluruh elemen tim, mulai dari strategi, komposisi pemain, hingga mentalitas bertanding. Perjalanan sepak bola Indonesia harus terus berlanjut dengan introspeksi untuk menyongsong turnamen-turnamen penting berikutnya dengan persiapan yang jauh lebih matang.[Kb]










