TAPAKTUAN | SaranNews – Kesepakatan damai antara Dinas Pendidikan Dayah Aceh Selatan dan Madrasah Ulumul Qur’an (MUQ) terkait polemik internal tidak serta-merta meredakan sorotan publik. Justru, gelombang desakan agar Bupati Aceh Selatan mengevaluasi Plt. Kepala Dinas Pendidikan Dayah, Salmi, S.E., M.M., kini semakin menguat.
Tuntutan ini datang dari kalangan pemuda dan mahasiswa yang menilai bahwa perdamaian secara kelembagaan tidak boleh menghentikan proses penegakan etika pemerintahan.
Sebelumnya, polemik ini menjadi sorotan karena diduga dipicu oleh intervensi Salmi terhadap sanksi disiplin yang dijatuhkan MUQ kepada seorang santri, yang merupakan anak kandungnya. Namun, masalah itu kini diklaim telah selesai secara kekeluargaan. Dalam pertemuan rekonsiliasi, kedua belah pihak sepakat saling memaafkan dan membatalkan surat pemberhentian untuk salah satu koordinator pengasuhan MUQ.
Kendati demikian, kalangan aktivis dan mahasiswa memandang akar masalah utamanya, yakni dugaan konflik kepentingan dan penyalahgunaan wewenang (abuse of power), justru belum tersentuh.
Ketua Umum Pimpinan Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PW SEMMI) Aceh, Teuku Wariza Arismunandar, menegaskan bahwa akar masalahnya bukan konflik personal.
“Kami menghargai perdamaian institusional antara Dinas Dayah dan MUQ. Namun, permasalahan ini sejak awal bukan sekadar konflik personal, melainkan isu etika jabatan dan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance),” ujarnya dalam keterangan pers.
Menurut Wariza, tindakan seorang pejabat yang diduga menggunakan kekuasaan untuk membatalkan sanksi disiplin terhadap anggota keluarganya sendiri merupakan preseden buruk bagi dunia pendidikan dan pelayanan publik.
“Perdamaian tidak boleh dijadikan tameng untuk menutupi pelanggaran moral dan etika jabatan. Bupati harus menunjukkan ketegasan dan keberanian untuk mengevaluasi Plt. Kadis Dayah, Salmi, demi menjaga marwah institusi pendidikan dayah di Aceh Selatan,” tegasnya.
Desakan ini mencerminkan pandangan bahwa posisi Kepala Dinas Pendidikan Dayah harus diisi oleh sosok yang kompeten dan berintegritas tinggi, mengingat peran strategis dayah dalam mencetak generasi islami di Aceh. Publik pun kini menantikan langkah konkret Bupati Aceh Selatan, apakah tuntutan pemuda dan mahasiswa ini akan diakomodir sebagai upaya pembenahan struktural.[Aw]










