Dua Hari Aktif Bertugas, Bupati Mirwan MS Akhiri Polemik Penundaan Pelantikan Keuchik Aceh Selatan, Publik tanyakan alasan ditunda selama ini

  • Bagikan
gambar ilustrasi sarannews.net

TAPAKTUAN | SNN – Teka-teki mengenai jadwal pelantikan Keuchik terpilih hasil Pemilihan Keuchik Langsung serentak di Kabupaten Aceh Selatan tahun 2025 akhirnya terjawab secara pasti. Hanya berselang dua hari setelah kembali aktif bertugas, Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, langsung mengambil langkah tegas dengan mengeluarkan surat undangan resmi untuk pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan. Berdasarkan salinan surat undangan yang beredar, prosesi pengukuhan para pemimpin gampong tersebut dipastikan akan diselenggarakan pada hari Kamis, 12 Maret 2026, yang dipusatkan di Gedung Rumoh Agam, Tapaktuan, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Dokumen undangan dengan kop Bupati Aceh Selatan bernomor 005/24/2026 tersebut ditandatangani langsung oleh H. Mirwan MS pada tanggal 10 Maret 2026 yang juga bertepatan dengan 19 Ramadhan 1447 Hijriah. Di dalam surat tersebut, pemerintah daerah turut menetapkan tata tertib berpakaian secara rinci bagi seluruh peserta dan tamu yang hadir. Para keuchik yang akan dilantik diwajibkan untuk mengenakan Pakaian Dinas Upacara lengkap beserta pendamping atau istri yang diinstruksikan memakai busana muslim. Sementara itu, bagi undangan berstatus Imeum Mukim diwajibkan mengenakan pakaian adat LAKA, dan para tamu undangan lainnya diminta untuk menyesuaikan pakaian dengan kondisi acara pada hari tersebut.

Kepastian penerbitan jadwal pelantikan ini secara otomatis mengakhiri polemik penundaan yang sebelumnya sempat membingungkan masyarakat serta para calon keuchik di Aceh Selatan. Sebagaimana diketahui bersama, agenda pelantikan ini sedianya direncanakan bergulir pada tanggal 22 Januari 2026 lalu, namun terpaksa dibatalkan. Kala itu, penundaan terjadi akibat masih diurusnya kelengkapan surat administratif dari tingkat provinsi, bersamaan dengan mencuatnya polemik tunggakan Laporan Pertanggungjawaban Dana Desa dari para keuchik lama, terutama yang berkaitan dengan proyek pengadaan website desa.

Menyikapi kepastian jadwal ini, muncul dorongan dan saran dari ruang publik agar Bupati H. Mirwan MS memanfaatkan momentum pidato pelantikannya nanti untuk memberikan penjelasan secara terbuka. Masyarakat dan para pemerhati tata kelola desa sangat berharap bupati dapat mengklarifikasi secara transparan mengenai akar masalah sesungguhnya yang menyebabkan penundaan pelantikan selama hampir dua bulan tersebut. Penjelasan resmi dan langsung dari kepala daerah dinilai sangat krusial untuk meluruskan berbagai spekulasi liar yang sempat berkembang di tengah warga, sekaligus menegaskan komitmen ketat pemerintah kabupaten dalam menyelesaikan sengkarut Laporan Pertanggungjawaban kewajiban para keuchik demisioner.

Langkah cepat yang dieksekusi oleh Bupati H. Mirwan MS sesaat setelah masa nonaktifnya berakhir ini memberikan sinyal yang sangat positif bagi percepatan transisi tata kelola pemerintahan desa. Dengan terbitnya undangan definitif ini, ditambah harapan akan adanya transparansi pada saat pelantikan, seluruh tahapan administrasi pergantian kepemimpinan gampong diharapkan dapat segera tuntas secara akuntabel. Momentum ini menjadi titik awal yang penting agar para keuchik terpilih dapat segera mulai bekerja, merampungkan dokumen perencanaan anggaran, dan merealisasikan program pembangunan bagi kesejahteraan masyarakat tanpa harus terus tersandera oleh ketidakpastian birokrasi maupun beban masa lalu.[red]

Penulis: Tim Redaksi sarannews.netEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *