BANDA ACEH | SaranNews – Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi, masyarakat Aceh menunjukkan kemurahan hati yang luar biasa dengan “membelikan” pakaian dinas dan lemari baru untuk para wakil mereka di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Tak tanggung-tanggung, alokasi anggaran yang disiapkan untuk memastikan para legislator ini tampil prima dan nyaman mencapai total Rp 2,8 miliar.
Dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2025 ini tampaknya menjadi prioritas untuk menjamin kesejahteraan para pimpinan dan 81 anggota dewan. Anggaran tersebut dibagi secara rinci untuk memenuhi kebutuhan sandang dan papan di rumah dinas para wakil rakyat.
Sebesar Rp 1,4 miliar dari dana tersebut didedikasikan khusus untuk pengadaan pakaian. Ini mencakup 81 setel Pakaian Sipil Resmi (PSR) dengan anggaran Rp 324 juta, 81 setel Pakaian Dinas Harian (PDH) lengan panjang senilai Rp 283,5 juta, serta 81 setel pakaian adat Aceh lengkap yang menelan biaya Rp 284,875 juta. Rakyat tampaknya tidak ingin wakilnya kekurangan busana dalam menjalankan tugas-tugas penting kenegaraan.
Tidak hanya pakaian, kenyamanan di tempat tinggal pun sangat diperhatikan. Sisa anggaran sebesar Rp 1,3 miliar dialokasikan untuk pengadaan perabot lemari. Perhatian terhadap detail ini patut diacungi jempol, dengan adanya pengadaan 77 unit lemari pakaian khusus untuk kamar anak-anak di rumah dinas anggota dewan senilai Rp 539 juta. Selain itu, empat unit lemari pakaian utama untuk rumah dinas pimpinan dewan juga dianggarkan sebesar Rp 60 juta.
Inisiatif penganggaran ini menunjukkan betapa rakyat Aceh sangat peduli pada penampilan dan kenyamanan para legislatornya. Di saat banyak pihak mungkin harus mengencangkan ikat pinggang, rakyat melalui APBA memastikan bahwa para wakilnya di DPRA dapat bekerja dengan tenang, tanpa perlu memikirkan lemari yang kurang memadai atau pakaian dinas yang mungkin sudah usang.[red]












