Distribusi Bantuan Pangan di Abdya Kacau Balau: Salah Tanggal Undangan hingga Spanduk “Salah Alamat”

  • Bagikan

MANGGENG, ABDYA | SaranNes – Penyaluran Bantuan Pangan Tahun 2025 di Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya, menuai sorotan tajam. Bukan hanya molor dari jadwal, kegiatan ini dipenuhi kekacauan administrasi yang mengindikasikan ketidaksiapan fatal pihak penyelenggara, mulai dari surat undangan yang tidak logis hingga penggunaan atribut acara yang menyesatkan publik.

Berdasarkan pantauan di lokasi pembagian, Kantor Camat Manggeng, pada Rabu (24/12/2025), ratusan warga tampak mengantre di bawah spanduk besar yang isinya bertolak belakang dengan tujuan kedatangan mereka. Warga yang datang membawa undangan pengambilan “Bantuan Pangan Tahun 2025” (beras dan minyak goreng), justru disambut oleh spanduk bertuliskan “POSKO TANGGAP BENCANA DAN PENGGALANGAN DANA DONASI BENCANA ALAM SEJUMLAH WILAYAH DI ACEH Tahun Anggaran 2025”.

Ketidaksesuaian antara “Bantuan Pangan” dengan “Posko Bencana dan Penggalangan Dana” ini dinilai publik bukan sekadar kelalaian memasang spanduk. Hal ini menciptakan kerancuan informasi yang serius: apakah kegiatan ini penyaluran hak warga negara, atau aktivitas donasi kebencanaan? Hingga berita ini ditulis, spanduk tersebut masih terpasang gagah di beranda kantor camat tempat tumpukan beras dibagikan.

Undangan yang Membingungkan Kekacauan visual di lokasi diperparah dengan sengkarut administrasi pada surat undangan yang dipegang warga. Dalam dokumen resmi bernomor UND/12/12/25/182117 tersebut, tertera tanggal surat dibuat di Abdya pada 12 Desember 2025.

Anehnya, narasi surat meminta warga hadir “besok”, namun tanggal yang tertulis di bawahnya adalah Selasa, 23 Desember 2025, berjarak 11 hari dari tanggal surat. Puncaknya, realisasi pembagian di lapangan justru baru terjadi hari ini, Rabu, 24 Desember 2025, meleset sehari dari jadwal tertulis tanpa pemberitahuan resmi yang memadai.

Seorang warga penerima manfaat yang enggan disebutkan namanya mengaku bingung dengan manajemen penyaluran kali ini. “Undangannya bilang Selasa, kami datang Rabu takut hangus. Di sini spanduknya malah soal bencana alam dan galang dana. Ini sebenarnya acara apa? Bantuan rutin atau sumbangan bencana?” keluhnya.

Kombinasi antara salah ketik tanggal yang fatal dan penggunaan atribut spanduk yang tidak relevan (“salah alamat”) memunculkan dugaan adanya maladministrasi massal dalam pengelolaan bantuan sosial di wilayah ini. Publik mendesak pihak Perum BULOG dan Pemerintah Kecamatan Manggeng segera memberikan klarifikasi terbuka terkait transparansi kerja mereka, agar bantuan negara tidak terkesan dikelola secara amatir atau ditunggangi kepentingan lain.

Hingga berita ini ditayangkan, Sarannews tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi lebih lanjut dari pihak terkait apabila terdapat pembaruan informasi atau data teknis lainnya dikemudian hari.[red]

Penulis: ZamzamiEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *