Direktur PDAM Tirta Naga Akhirnya Buka Suara, Dicecar Soal “Pesta” di Hotel Saat Keuangan Minim Pilih Bungkam

  • Bagikan

TAPAKTUAN | SNN – Direktur Perumda Tirta Naga, Abdillah, akhirnya buka suara merespons pemberitaan SaranNews terkait keluhan layanan air bersih yang disandingkan dengan sorotan publik atas kegiatan seremonial perusahaan di hotel berbintang.

Namun, dalam hak jawab yang diterima redaksi, Senin (2/2/2026) malam, Abdillah hanya fokus menjawab persoalan teknis air macet. Ia terpantau memilih bungkam saat dikonfirmasi ulang mengenai urgensi penggunaan anggaran untuk acara pelantikan pegawai di hotel mewah di tengah kondisi keuangan perusahaan yang belum sehat.

Dalih Faktor Alam Terkait keluhan warga soal air mati di siang hari, Abdillah tidak menampik hal tersebut. Ia berdalih kondisi itu disebabkan oleh faktor alam, yakni musim kemarau yang berdampak pada debit air baku.

“Sekarang musim kemarau terjadi penurunan debit air, karena untuk wilayah Air Berudang sumber airnya dari Sikabu, Samadua,” ujar Abdillah dalam keterangan tertulisnya.

Ia juga menepis anggapan manajemen lamban. Abdillah mengklaim pihaknya menerapkan prinsip penyelesaian aduan hari itu juga (one day service).

“Kami punya tekad bagaimana aduan hari ini dapat diselesaikan hari ini. Tadi siang ada laporan pelanggan atas nama Heri Rahmat, saat itu juga saya sampaikan ke bagian teknik untuk ditindaklanjuti. Saat evaluasi apel sore, dilaporkan sudah selesai,” klaimnya.

Menghindar Soal Anggaran Meski panjang lebar menjelaskan teknis air, Abdillah sama sekali tidak menyentuh substansi kritik utama dalam tajuk “Sorot” SaranNews sebelumnya, yakni soal paradoks gaya seremonial manajemen.

Redaksi SaranNews sempat mengirimkan pertanyaan susulan (follow-up) untuk meminta penjelasan spesifik: “Mengapa harus menggelar pelantikan di hotel yang memakan biaya, padahal LHP BPK mencatat modal perusahaan nol rupiah dan masih ada tunggakan tinggi?”

Namun, hingga berita ini diturunkan, Direktur Perumda Tirta Naga itu tidak memberikan jawaban apa pun. Pesan konfirmasi yang dikirimkan hanya dibaca tanpa ada balasan.

Sikap tertutup ini sangat disayangkan, mengingat publik menuntut sensitivitas manajemen BUMD dalam menggunakan anggaran di masa sulit. Keengganan menjelaskan prioritas anggaran ini dikhawatirkan akan semakin menggerus kepercayaan publik yang saat ini sedang kecewa dengan kualitas layanan air bersih. [Tim Redaksi]

Penulis: Tim Redaksi sarannews.netEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *