ACEH SELATAN | SNN – Cuaca buruk yang melanda perairan laut Labuhanhaji, Kabupaten Aceh Selatan pada hari Selasa, 7 April 2026, berujung pada musibah nahas bagi seorang nelayan setempat. Sebuah boat milik Madya (56 tahun) warga Gampong Dalam, Kecamatan Labuhanhaji, dilaporkan rusak parah dan terputus menjadi dua bagian setelah dihantam ombak besar serta angin kencang saat hendak dievakuasi menuju daratan.

Panglima Laot Lhok Labuhanhaji, Pang Hasbi, menjelaskan bahwa kejadian tersebut bermula ketika boat korban mengalami kerusakan mesin saat berada di tengah laut dengan jarak sekitar lima mil dari bibir pantai. Dalam kondisi darurat itu, korban segera menelepon Hasbi untuk meminta pertolongan. Merespons panggilan darurat tersebut, Hasbi langsung berkoordinasi dan meminta bantuan kepada salah satu nelayan asal Meukek yang saat itu juga sedang melaut. Pertolongan pun datang dan boat yang rusak tersebut mulai ditarik menuju pelabuhan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Labuhanhaji.
Nahasnya, musibah susulan tak terelakkan ketika proses evakuasi sedang berlangsung. Tiba-tiba angin kencang dan ombak besar datang menghantam kedua boat tersebut. Kuatnya hantaman gelombang membuat tali penarik terputus. Boat milik Madya yang sudah rusak itu kemudian terhempas ombak dengan sangat keras hingga akhirnya pecah dan terputus. Separuh badan boat bagian belakang beserta mesin masih diupayakan untuk diselamatkan dan berhasil ditarik ke darat, sementara separuh bagian depan lenyap terbawa arus laut bersama seluruh peralatan tangkap yang ikut hilang.
Saat ini, sisa perahu yang terselamatkan sudah berada di darat dan hanya menyisakan kerangka bagian belakang. Panglima Laot Lhok Labuhanhaji, Hasbi, berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah untuk membantu memulihkan mata pencaharian warganya yang terhenti akibat musibah ini. Kepada sarannews, Hasbi menerangkan, “boat tersebut butuh rehab berat dan untuk beberapa lama nelayan pemilik boat tidak bisa melaut untuk upaya perbaikan boatnya, karena ini adalah musibah yang mungkin masuk kategori akibat bencana angin kencang, kiranya ada perhatian pihak instansi terkait baik dari Pemkab maupun Pemprov Aceh untuk meringankan beban Nelayan tersebut”.harapnya.[red]












