Banda Aceh | SaranNews – Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan terpantau masih mengikuti secara intensif agenda Rapat Koordinasi Penyusunan Dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) di Ruang P2K Kantor Gubernur Aceh pada Jumat, 16 Januari 2026. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini merupakan kelanjutan dari jadwal sebelumnya guna melakukan finalisasi terhadap dokumen Hasil Kajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna) daerah. Delegasi yang dipimpin langsung oleh Kalak BPBD Aceh Selatan, H Zainal, beserta para Kepala Dinas terkait tampak masih berada di dalam ruang rapat untuk mensinkronkan data kerusakan infrastruktur dan permukiman di wilayah mereka.
Status dokumen R3P dari daerah yang sebelumnya dinyatakan belum final oleh pihak BPBD Aceh Selatan kini sedang dalam tahap pembahasan mendalam bersama tim dari Pemerintah Aceh. Fokus utama dalam pertemuan ini adalah memastikan seluruh data kerusakan aset warga dan fasilitas publik telah terakomodasi dengan akurat agar tidak ada yang luput sebelum dokumen diserahkan ke tingkat pusat. Mengingat pentingnya ketelitian dalam penyusunan ini, koordinasi tersebut masih terus berjalan untuk mencapai kesepakatan final mengenai kebutuhan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi yang ditargetkan tuntas secara bertahap hingga tahun 2028.
Hingga berita ini diturunkan, kegiatan koordinasi tersebut masih berlangsung di ruang P2K Kantor Gubernur Aceh. Pihak redaksi akan terus memantau jalannya rapat dan akan meng-update informasi serta menyampaikannya kepada publik secara lengkap setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan. Hal ini sangat krusial mengingat dokumen R3P tersebut akan menjadi landasan utama bagi Aceh untuk mengusulkan dana pemulihan pascabencana kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang ditargetkan rampung pada Januari 2026.[red]











