BANDA ACEH | SaranNews – Wilayah Banda Aceh dan sekitarnya masih diselimuti kegelapan hingga dini hari ini, Jumat (28/11). Pemadaman listrik total yang terjadi sejak kemarin sore bukan sekadar gangguan teknis biasa, melainkan dampak langsung dari bencana hidrometeorologi basah yang menghantam infrastruktur vital di Aceh.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa curah hujan ekstrem dan banjir bandang telah menyebabkan kerusakan serius pada jaringan transmisi listrik. Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak sembilan menara transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV di jalur Bireuen-Sigli roboh terseret arus banjir yang deras.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangannya menjelaskan bahwa situasi ini masuk dalam kategori force majeure atau keadaan kahar. Kerusakan infrastruktur yang masif membuat pemulihan tidak bisa dilakukan secara instan.
“Kondisi di lapangan sangat berat. Tim gabungan menghadapi kendala akses akibat banjir yang belum surut total di beberapa titik lokasi tower yang roboh. Prioritas utama saat ini adalah keselamatan warga dan petugas, sembari mengupayakan pembangunan tower darurat (ERS) secepat mungkin,” ujar pihak BNPB merespons situasi di Aceh.
Krisis listrik ini berdampak domino. Selain gelap gulita, jaringan telekomunikasi di Banda Aceh, Aceh Besar, dan Pidie mengalami kelumpuhan (blank spot) karena menara BTS tidak mendapatkan suplai daya. Hal ini menyulitkan koordinasi bantuan dan komunikasi antarwarga.
Panduan Redaksi: Bertahan di Tengah Krisis Listrik dan Sinyal
Menghadapi kondisi darurat yang diprediksi akan berlangsung beberapa hari ke depan, Redaksi merangkum beberapa langkah mitigasi mandiri yang bisa dilakukan masyarakat untuk meminimalisir dampak:
- Hemat Baterai Ponsel Secara Ekstrem Matikan data seluler jika sinyal hilang total, atau ubah ke mode pesawat. Nyalakan ponsel hanya sesekali untuk mengecek informasi penting atau menghubungi keluarga via SMS/telepon biasa jika jaringan tersedia. Prioritaskan ponsel untuk komunikasi darurat, bukan hiburan.
- Waspada Bahaya Kebakaran Penggunaan lilin sebagai penerangan alternatif meningkat drastis. Pastikan lilin diletakkan di wadah tahan api (seperti piring keramik atau gelas) dan jauhkan dari benda mudah terbakar seperti kelambu atau kertas. Jangan pernah meninggalkan lilin menyala saat tidur.
- Manajemen Air Bersih Bagi pengguna air sumur bor/PDAM yang bergantung pada pompa listrik, segera tampung air sebanyak mungkin saat ada kesempatan (misal menggunakan genset tetangga). Gunakan air sisa wudhu atau cuci beras untuk menyiram toilet demi penghematan.
- Amankan Stok Makanan Kulkas yang mati akan membuat makanan cepat basi. Masak segera bahan makanan basah (daging/ikan) atau asinkan agar lebih awet. Hindari membuka-tutup pintu kulkas terlalu sering untuk menjaga suhu dingin tersisa lebih lama.
- Saling Jaga Tetangga (Jiran) Dalam kondisi gelap, keamanan lingkungan menjadi rawan. Aktifkan kembali siskamling atau ronda malam. Tengok tetangga lansia atau yang sakit, pastikan mereka memiliki penerangan dan kebutuhan dasar.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu hoaks mengenai kapan listrik akan menyala. Ikuti terus informasi resmi dari petugas di lapangan atau siaran radio baterai jika memungkinkan.[Redaksi SN]











