LABUHANHAJI – SARANNEWS | Situasi di kawasan Labuhanhaji, Aceh Selatan, hingga hari ini terpantau masih diselimuti cuaca kurang bersahabat. Hujan terus mengguyur wilayah ini, di mana langit terlihat mendung tebal menyimpan gumpalan awan hitam yang siap tumpah kembali menjadi hujan. Kondisi ini diperparah dengan pemadaman aliran listrik yang terjadi sejak pagi kemarin (26/11) dan hingga kini belum menyala.
Meskipun dikepung cuaca buruk dan keterbatasan energi, aktivitas warga Labuhanhaji tetap berjalan. Berdasarkan pantauan Sarannews di lapangan, lalu lintas kendaraan roda dua maupun empat masih terlihat ramai lancar di tengah intensitas hujan yang sedikit berkurang pagi ini. Para orang tua tetap mengantarkan anak-anak ke sekolah, dan pedagang kecil terlihat sibuk berbelanja ke pusat pasar untuk mengisi stok kios mereka, meski harus menembus guyuran hujan.
Kondisi ini menjadi dilema tersendiri bagi masyarakat, terutama pekerja harian dan pedagang. Sebagian warga mengaku, meski hasrat hati ingin beristirahat di rumah bersama keluarga, tuntutan ekonomi memaksa mereka untuk tetap keluar rumah. Bagi mereka, jika tidak bekerja, dapur di rumah terancam tidak berasap. Sementara itu, warga yang memilih bertahan di rumah merasakan kegelisahan akibat padamnya listrik yang melumpuhkan sebagian aktivitas domestik.
Dampak pemadaman listrik yang berkepanjangan mulai memukul sektor ekonomi mikro. Warga yang usahanya bergantung pada energi listrik terpaksa berhenti beroperasi sementara. Hal ini memicu tumpukan utang belanja dan naiknya harga sembako. Selain itu, ancaman kesehatan mulai muncul seiring cuaca ekstrem, di mana sejumlah warga dilaporkan mulai terserang demam, flu, dan penyakit musiman lainnya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi dari pihak berwenang mengenai estimasi waktu pemulihan aliran listrik.
Di tengah himpitan masalah tersebut, rasa empati dan solidaritas warga Labuhanhaji justru menguat. Meski sedang kesulitan, perhatian mereka tertuju pada musibah bencana alam yang lebih parah yang menimpa wilayah lain, seperti di Aceh Utara dan Sibolga, Sumatera Utara, yang informasinya terus mereka pantau melalui berbagai platform media.
Salah seorang tokoh masyarakat Labuhanhaji Raya, M. Syarief, menuturkan keprihatinannya yang mendalam.
“kami mengucapkan belasungkawa atas musibah yang terjadi dan dialami saudara-saudara kami dimanapaun berada saat ini,” ujar M. Syarief kepada Sarannews.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Aceh Selatan ini menambahkan pesan penguatan bagi semua pihak yang terdampak cuaca ekstrem belakangan ini.
“semoga kita semua bisa bersabar atas musibah ini,” imbuhnya.[red]











