ACEH SELATAN | SaranNews – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh terpantau mulai melakukan penanganan darurat pada titik longsor yang mengancam badan jalan nasional di kawasan pegunungan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan. Langkah cepat ini dilakukan menyusul kekhawatiran masyarakat dan pengguna jalan akan potensi amblasnya jalur vital penghubung Pantai Barat Selatan Aceh tersebut.
Pantauan langsung Sarannews di lokasi pada Minggu (08/12/2025), aktivitas perbaikan sudah berjalan. Sejumlah pekerja terlihat sibuk mengerjakan dinding penahan tanah (talud) di sisi tebing yang tergerus. Material bangunan seperti batu, pasir, dan satu unit mesin pengaduk semen (molen) tampak disiagakan dan beroperasi di bahu jalan. Para pekerja berjibaku memperkuat struktur jalan guna mencegah kerusakan meluas, mengingat curah hujan di wilayah ini masih cukup tinggi.
Namun, di tengah apresiasi atas respon cepat tersebut, tim liputan Sarannews menemukan indikasi lemahnya pengawasan di lapangan. Saat awak media berupaya menggali informasi teknis demi keberimbangan berita, suasana di lokasi kerja terkesan tertutup dan membingungkan.
Ketika Sarannews.net menanyakan keberadaan mandor atau penanggung jawab lapangan, salah seorang pekerja memberikan jawaban yang mengejutkan. “Tidak ada, di sini pekerja semua,” ujarnya singkat.
Lebih jauh, saat dikonfirmasi mengenai kehadiran pihak pelaksana (kontraktor) maupun Konsultan Pengawas, pekerja tersebut secara gamblang menyebutkan ketidakhadiran mereka.
“Tidak ada, kontraktor jarang datang, dan pengawas memang tidak pernah datang,” imbuhnya polos. Pengakuan ini tentu menjadi catatan serius, mengingat proyek jalan nasional menuntut standar mutu (Quality Control) yang ketat dan pengawasan melekat agar uang negara tidak terbuang percuma.
Kejanggalan kian terasa saat tim Sarannews mendapatkan informasi berbeda dari pekerja lainnya di lokasi yang sama. Sumber tersebut membocorkan bahwa “Toke” atau penanggung jawab sebenarnya ada di tempat, yakni seorang pria paruh baya yang sedang bekerja di bagian bawah tebing. Ia juga menunjuk pria yang sebelumnya diwawancarai awak media yang mengaku hanya pekerja biasa, ternyata adalah anak dari sang “Toke” dan berperan sebagai mandor di situ. Sikap yang terkesan mengelak dan menutupi identitas penanggung jawab ini menimbulkan tanda tanya mengenai transparansi pelaksanaan proyek darurat tersebut.

Upaya Konfirmasi
Hingga berita ini ditayangkan, Sarannews.net belum berhasil mendapatkan nomor kontak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) atau pihak Satker BPJN Aceh terkait untuk keperluan konfirmasi mengenai status proyek dan tudingan absennya pengawas lapangan tersebut.
Sebagai bentuk kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik, redaksi Sarannews.net membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak BPJN Aceh maupun rekanan pelaksana untuk memberikan klarifikasi atau Hak Jawab terkait temuan lapangan ini di kemudian hari.(Tim Redaksi)










