BMKG Terbitkan Status Siaga Cuaca Ekstrem di Aceh: Waspada Banjir dan Longsor hingga 20 April

  • Bagikan
Dok. Ilustrasi Bencana Hidrometeorologi

ACEH | SNN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda mengeluarkan peringatan dini terkait potensi bencana hidrometeorologi yang diprediksi melanda seluruh wilayah Aceh.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi SIM, Nasrol Adil, mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang. Fenomena alam ini dikhawatirkan dapat memicu dampak lanjutan seperti bencana banjir, tanah longsor, hingga ancaman pohon tumbang. Pihak BMKG bahkan telah melayangkan surat resmi kepada Gubernur Aceh agar langkah mitigasi bencana dapat segera dioptimalkan di lapangan.

Adapun ancaman cuaca ekstrem ini diprediksi terjadi dalam dua gelombang. Periode pertama, yang dimulai hari ini hingga 15 April 2026, akan berfokus pada wilayah Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Banda Aceh, Bireuen, Langsa, Lhokseumawe, Pidie Jaya, Sabang, serta Simeulue. Masyarakat di wilayah pesisir dan kepulauan tersebut diminta mengantisipasi kenaikan intensitas hujan dan kecepatan angin yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Memasuki periode kedua pada 16-20 April 2026, potensi cuaca buruk akan bergeser ke wilayah Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Bener Meriah, Gayo Lues, Nagan Raya, Pidie, dan Subulussalam. Dengan sebaran wilayah terdampak yang mencakup 23 kabupaten/kota, BMKG mengingatkan warga agar tetap memantau informasi cuaca resmi dan menghindari daerah-daerah rawan bencana selama sepuluh hari ke depan. (DI)

Penulis: Dhilal Ikhsani
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *