AS Berencana Berperang Dengan Venezuela Dalam Waktu Dekat, Benarkah?

  • Bagikan

Banda Aceh| SaranNews – Spekulasi mengenai kemungkinan operasi militer Amerika Serikat terhadap Venezuela memicu kebingungan setelah serangkaian unggahan yang saling bertentangan beredar di media sosial sejak akhir Oktober hingga dini hari 1 November. Situasi ini diperumit oleh rilis pemberitahuan penerbangan (NOTAM) di dekat pangkalan AS, meskipun ada bantahan langsung dari Donald Trump.

Informasi yang awalnya beredar menyebutkan bahwa keputusan untuk memulai serangan udara terhadap target militer di Venezuela “mungkin segera” dilakukan. Namun, kabar tersebut segera dimentahkan oleh pernyataan tegas Donald Trump. “I am not currently thinking about launching attacks inside Venezuela,” ujar Trump dalam sebuah kutipan singkat yang beredar luas.

Di saat yang berdekatan, kebingungan publik bertambah dengan diterbitkannya NOTAM untuk sebagian kecil ruang udara di sekitar area pangkalan AS di Puerto Riko. Pemberitahuan penerbangan itu mengindikasikan adanya pembatasan atau aktivitas khusus pada koridor udara tertentu, yang sering dikaitkan dengan pergerakan militer.

Menjelang 1 November, beredar pula pernyataan lain yang diyakini berasal dari pejabat Gedung Putih, yang menyebut bahwa “the Maduro regime is ending, Venezuela will soon be free and prosperous again.” Pernyataan ini, meski tidak secara langsung mengonfirmasi serangan, menambah panas spekulasi yang ada.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pengumuman resmi dari otoritas terkait mengenai dimulainya operasi militer. Situasi yang berkembang cepat ini berpotensi tinggi memicu disinformasi, sehingga verifikasi lanjutan terhadap dokumen penerbangan dan pernyataan resmi dari kedua belah pihak sangat diperlukan. [red]

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *