BANDA ACEH | SaranNews – Pemandangan lapak buah yang memanfaatkan mobil bak terbuka kian marak menghiasi bahu jalan dan persimpangan di Kota Banda Aceh, Jumat (16/1/2026). Meski dinilai memudahkan warga berbelanja, keberadaan pedagang kaki lima (PKL) bermotor ini mulai memicu kelambatan arus lalu lintas.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan berbagai jenis buah seperti jeruk, alpukat, hingga manggis ditata rapi di atas peti kayu dan keranjang plastik. Pedagang sengaja memilih titik-titik strategis agar mudah dijangkau oleh pengendara sepeda motor yang melintas.
“Kalau di sini orang gampang singgah. Biasanya pembeli dari warga sekitar atau orang yang kebetulan lewat,” ujar Rahman (42), salah seorang pedagang buah. Namun, ia mengaku tetap waspada dan siap berpindah lokasi jika ada penertiban dari petugas.
Sejumlah warga, seperti Yuliana (36), mengaku sangat terbantu karena tidak perlu lagi masuk ke pasar tradisional yang padat. Sayangnya, kenyamanan pembeli ini sering kali berdampak pada penyempitan badan jalan, terutama saat kendaraan pembeli berhenti secara mendadak di dekat tikungan persimpangan.
Hingga saat ini, aktivitas ekonomi pinggir jalan ini masih menjadi tantangan bagi pemerintah kota dalam menyeimbangkan antara dukungan terhadap sektor informal dan penataan ketertiban lalu lintas perkotaan. (TPI)











