BANDA ACEH | SARANNEWS – Pemerintah Aceh akhirnya mengambil langkah taktis dan tegas dalam merespons bencana hidrometeorologi yang semakin meluas di wilayah ujung barat Sumatera. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, secara resmi menetapkan status keadaan tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor untuk tingkat provinsi pada hari ini, Kamis (27/11/2025).
Pengumuman penting ini disampaikan langsung oleh Gubernur di hadapan para anggota legislatif dalam sidang paripurna yang digelar di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Banda Aceh.
Keputusan untuk menaikkan status menjadi tanggap darurat ini diambil setelah melihat eskalasi bencana yang kian mengkhawatirkan dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan data mutakhir yang dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), cakupan banjir telah meluas hingga merendam 16 kabupaten dan kota di seluruh Aceh.
Dampak kemanusiaan dari bencana ini sangat signifikan, di mana tercatat lebih dari 20.000 jiwa terpaksa mengungsi meninggalkan tempat tinggal mereka. Situasi diperburuk dengan laporan adanya satu orang warga yang hilang akibat terseret arus banjir yang deras.
Merespons kondisi krisis ini, Gubernur Muzakir Manaf menegaskan bahwa keselamatan nyawa masyarakat adalah prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar. Dalam arahan resminya, Gubernur menginstruksikan seluruh bupati dan wali kota di Aceh untuk segera mengaktifkan posko siaga darurat di wilayah masing-masing tanpa menunda waktu.
Pemerintah kabupaten dan kota diminta untuk bergerak cepat melakukan evakuasi warga yang terjebak, mendirikan dapur umum yang memadai, serta memastikan layanan kesehatan tersedia bagi para pengungsi. Langkah koordinasi ini diharapkan dapat mempercepat distribusi bantuan logistik, terutama ke daerah-daerah yang saat ini terisolasi akibat akses jalan yang terputus oleh genangan air dan material longsor.[red]











