Krisis Air Bersih di TK Cahaya Bunda, Para Guru Rela “Ngangsu” ke Rumah Warga Demi Murid Tetap Bisa Belajar

  • Bagikan

ACEH SELATAN | SaranNews – Dedikasi tanpa batas ditunjukkan para tenaga pendidik di TK Cahaya Bunda, Desa Pulokambing, Kecamatan Kluet Utara. Di tengah ketiadaan akses air bersih yang layak, para guru rela mengambil air secara manual dari rumah warga sekitar demi memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan, Rabu (14/1/2026).

Kondisi ini dipicu oleh rusaknya fasilitas utama sekolah. Sumur bor yang ada kini hanya menghasilkan air keruh bercampur pasir, sementara mesin pompa air (sanyo) sudah rusak total sejak satu tahun terakhir.

“Sanyo sudah rusak hampir setahun. Kami harus mengatur penggunaan air sehemat mungkin untuk kebutuhan dasar seperti cuci tangan anak-anak,” ungkap Kepala TK Cahaya Bunda, Ibu Sardewi, S.Pd.

Setiap pagi, para guru secara rutin mengangkut air secukupnya dari pemukiman warga untuk memenuhi kebutuhan sanitasi sekolah. Langkah ini diambil karena sumur biasa di sekolah hanya bergantung pada air hujan dan sulit mengeluarkan mata air.

Pihak sekolah mengkhawatirkan dampak kesehatan bagi para siswa jika terus menggunakan air keruh. Persoalan ini menjadi hambatan serius bagi kenyamanan dan kebersihan lingkungan pendidikan di wilayah pelosok tersebut.

Masyarakat dan pihak sekolah berharap adanya perhatian mendesak dari pemerintah daerah agar persoalan air bersih ini segera mendapatkan solusi permanen, sehingga kesehatan anak-anak lebih terjamin dan aktivitas sekolah berjalan normal kembali. (KB)

Penulis: Khairul BadriEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *