ACEH BESAR | SaranNews – Angin segar berembus bagi petani hasil bumi di Kecamatan Montasik, Kabupaten Aceh Besar. Memasuki awal tahun 2026, harga komoditas pinang menunjukkan tren positif dengan kenaikan signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
Munir (47), seorang penampung hasil bumi di Gampong Piyeung Mon Ara, mengungkapkan bahwa harga pinang kering saat ini berada di kisaran Rp12.000 hingga Rp13.000 per kilogram, Selasa (13/1/2026). Angka ini melonjak hampir dua kali lipat dibandingkan awal 2025 yang hanya dihargai Rp6.000 hingga Rp7.000 per kilogram.
“Sekarang memang lebih naik dibanding tahun lalu, tapi pasarnya masih belum stabil, terutama di awal tahun,” ujar Munir.
Kenaikan ini, menurut Munir, tetap diiringi tantangan proses pengolahan. Pinang segar yang baru dipetik hanya dihargai sekitar Rp2.000 per kilogram karena petani harus menanggung waktu, tenaga, dan biaya tambahan untuk proses pengeringan.
Selain pinang, Munir juga mendata fluktuasi harga komoditas lain di wilayahnya. Biji kakao masih memegang nilai jual tertinggi mencapai Rp45.000 per kilogram. Sementara itu, kopra dihargai Rp3.000 hingga Rp3.500 dan kemiri utuh Rp5.000 per kilogram.
Di sisi lain, harga gabah terpantau stabil di angka Rp8.000 hingga Rp8.500 per kilogram, yang menjadi sandaran ekonomi utama petani sawah di Montasik. [Sr]











