BIREUEN | SaranNews – Gaya hidup sehat tak harus mahal atau di pusat kebugaran mewah. Di Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, aktivitas jalan pagi menyusuri perkampungan menjadi tren sederhana yang menyehatkan fisik sekaligus pikiran.
Pemandangan ini terlihat pada Sabtu (10/1/2026) pagi. Haikal, salah seorang warga setempat, tampak bersemangat menyusuri rute panjang lintas desa. Mulai dari Desa Keude Lapang, Lapang Timu, Alue Mangki, Lingka Kuta, hingga tembus ke Glee Kuprai.
Berbeda dengan sebagian orang yang hanya berolahraga saat libur, Haikal menjadikan ini rutinitas harian. Namun, edisi akhir pekan ini terasa spesial.
“Hari ini mulai jam 06.33 WIB sampai 08.50 WIB. Durasinya lebih lama karena enggak dikejar jam kerja. Kalau hari biasa paling cuma satu setengah jam,” ungkap Haikal.
Tantangan Debu Meski rutenya asri dikelilingi kebun sawit dan persawahan, tantangan tersendiri muncul pascabencana banjir yang melanda beberapa waktu lalu.
“Kalau kesiangan sedikit, debunya lumayan banyak. Itu dari sisa lumpur pascabanjir yang sudah mengering di jalan,” tuturnya.
Bagi Haikal, kunci kesehatan bukan pada seberapa cepat ia berlari, melainkan konsistensi. Membangun kebiasaan jalan pagi sebelum pukul 08.00 WIB menjadi target utamanya dibanding sekadar durasi.
Aktivitas warga seperti Haikal menjadi bukti bahwa ruang publik di Gandapura kian hidup. Meski infrastruktur jalan masih menyisakan jejak bencana, semangat warga untuk bugar tak ikut surut. (DI)












