Laporan dari “Ground Zero” Aceh Utara: 229 Nyawa Melayang, 9 Ribu Balita dan Ibu Hamil Bertahan di Tenda Pengungsian

  • Bagikan

ACEH UTARA | SaranNews — Duka mendalam menyelimuti Kabupaten Aceh Utara. Data pembaruan per 5 Januari 2026 pukul 10.00 WIB mengonfirmasi lonjakan jumlah korban jiwa akibat banjir bandang menjadi 229 orang. Angka ini naik signifikan dari laporan sebelumnya sebanyak 203 jiwa.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara melaporkan, selain ratusan korban meninggal, tim SAR masih terus mencari 6 warga yang dinyatakan hilang.

Krisis Kemanusiaan di Pengungsian Skala pengungsian di Aceh Utara kini mencapai tahap krisis. Sebanyak 67.876 jiwa (19.047 KK) terpaksa bertahan hidup di 210 titik pengungsian yang tersebar di berbagai kecamatan.

Yang memprihatinkan, ribuan di antaranya adalah kelompok rentan yang butuh penanganan khusus:

  • Balita:525 jiwa.
  • Lansia:895 jiwa.
  • Ibu Hamil:433 jiwa.
  • Disabilitas: 513 jiwa.

Lumpuhnya Pendidikan dan Ekonomi Bencana ini juga memukul sektor pendidikan. Tercatat 1 Kepala Sekolah, 1 Guru, 2 Tenaga Kependidikan, dan 3 Siswa meninggal dunia.

Secara fisik, infrastruktur daerah nyaris lumpuh total. Sebanyak 3.506 rumah warga hilang disapu air bah dan 72.364 unit lainnya terendam. Kerusakan juga mencakup 432 ruas jalan dan 69 jembatan putus/rusak.

“Sektor ekonomi pertanian dan perikanan juga mati suri. Ada 11.929 hektar sawah mengalami puso (gagal panen) dan 10.674 hektar tambak warga tenggelam,” tulis laporan resmi Posko Bencana Aceh Utara.

Pemerintah daerah kini memprioritaskan pemulihan fasilitas kesehatan darurat, mengingat 5 Puskesmas dan 61 Pustu (Puskesmas Pembantu) mengalami kerusakan berat, menghambat pelayanan bagi korban luka dan sakit. (DI)

Penulis: Dhilal IkhsaniEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *