JAKARTA | SaranNews — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data pembaruan terkait dampak bencana hidrometeorologi yang menerjang Pulau Sumatra sepanjang akhir tahun 2025 hingga awal 2026.
Hingga data dimutakhirkan per Minggu (4/1/2026), tercatat total 1.177 orang meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi utama.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan tingkat fatalitas tertinggi dalam rentetan bencana kali ini.
“Berdasarkan laporan terbaru, total korban meninggal di Sumatra mencapai 1.177 jiwa. Dari jumlah tersebut, Aceh mencatat angka tertinggi dengan 543 korban jiwa, disusul Sumatera Utara 370 jiwa, dan Sumatera Barat 264 jiwa,” papar Abdul Muhari dalam keterangan persnya, Senin (5/1/2026).
Selain tingginya angka kematian, skala pengungsian juga sangat masif. BNPB mencatat lebih dari 242 ribu warga (tepatnya 242.551 jiwa) masih bertahan di pengungsian setelah kehilangan tempat tinggal akibat bencana tutup tahun tersebut.
Aceh kembali mendominasi jumlah pengungsi dengan angka 217.800 jiwa, jauh di atas Sumut (13.900) dan Sumbar (10.851).
Hingga kini, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap 148 orang yang dinyatakan hilang. BNPB meminta masyarakat tetap waspada karena cuaca ekstrem di awal 2026 masih berpotensi memicu bencana susulan. (KB)










