JAKARTA | saranNews — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI membunyikan alarm kewaspadaan terkait deteksi varian Influenza A (H3N2) subclade K atau yang populer disebut “Super Flu”. Hingga awal Januari 2026, varian ini telah menginfeksi puluhan warga di berbagai provinsi.
Plt. Direktur Penyakit Menular Kemenkes, dr. Prima Yosephine, mengonfirmasi bahwa temuan ini teridentifikasi melalui pemantauan rutin Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK).
“Sejak akhir Desember, kami mencatat total 62 kasus konfirmasi yang tersebar di delapan provinsi. Meski belum terdeteksi di Aceh, penyebarannya di pulau Sumatera (Sumsel) sudah ada, sehingga kewaspadaan mutlak diperlukan,” jelasnya.
Data Kemenkes menunjukkan Jawa Timur menjadi wilayah dengan kasus terbanyak (23), disusul Kalimantan Selatan (18) dan Jawa Barat (10).
Incar Kelompok Anak-anak Yang patut menjadi perhatian orang tua, varian ini mayoritas menyerang kelompok anak-anak. Data menunjukkan 35,5 persen pasien adalah anak usia 1-10 tahun. Gejalanya mirip flu biasa—demam tinggi, batuk, dan sakit tenggorokan—namun tingkat penularannya sangat cepat.
“Satu orang terinfeksi bisa menularkan ke 2-3 orang lain dengan cepat. Ini yang membuatnya disebut ‘Super Flu’ oleh masyarakat, meski secara medis tingkat keparahannya tidak lebih ganas dari flu biasa,” tambah dr. Prima.
Di tengah cuaca ekstrem dan musim hujan yang melanda Aceh saat ini, masyarakat diimbau untuk disiplin menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kemenkes menyarankan penggunaan masker bagi warga yang bergejala flu dan segera melakukan vaksinasi influenza, terutama bagi balita dan lansia. (KB)











