BANDA ACEH | SaranNews – Suasana malam pergantian tahun di Kota Banda Aceh terpantau berbeda dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Tidak ada pesta kembang api maupun tiupan terompet yang membisingkan telinga, Rabu malam (31/12/2025).
Kondisi ini sejalan dengan seruan Pemerintah Kota dan Forkopimda yang melarang perayaan tahun baru masehi secara hura-hura demi menjaga ketertiban umum dan nilai-nilai Syariat Islam.
Meski tanpa pesta pora, bukan berarti warga kehilangan momen. Banyak masyarakat, khususnya kaum muda, memilih cara yang lebih intim untuk menghabiskan malam pergantian tahun.
Naura (23), seorang perantau yang bekerja di Banda Aceh, mengaku memilih berkumpul di rumah kos bersama teman-teman terdekatnya.
“Kami cuma ngobrol, makan bersama, dan saling cerita soal rencana (resolusi) ke depan. Tidak perlu pesta besar, yang penting kebersamaan atau quality time,” tuturnya.
Pantauan di sejumlah titik pusat kota seperti Simpang Lima, suasana lalu lintas terpantau ramai lancar namun kondusif. Warga tampak menikmati suasana kota dengan duduk santai di warung kopi atau sekadar berkendara menikmati angin malam, merefleksikan perjalanan tahun 2025 yang baru saja berlalu. (tpi)












