Peringatan Tsunami Diwarnai Aksi “Bendera Putih”, Massa Tuntut Referendum jika Bantuan Asing Dihambat

  • Bagikan

BANDA ACEH | SaranNews – Peringatan 21 tahun gempa dan tsunami Aceh diwarnai aksi unjuk rasa di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (26/12/2025). Usai pelaksanaan salat Jumat, sekelompok massa membentangkan bendera putih dan spanduk berisi tuntutan “Darurat Bencana Nasional atau Referendum”.

Aksi damai ini menyoroti penanganan banjir dan longsor di Aceh yang dinilai lamban. Massa mendesak pemerintah pusat segera menetapkan status Darurat Bencana Nasional mengingat luasnya dampak kerusakan.

Koordinator aksi juga menyuarakan isu sensitif terkait bantuan kemanusiaan. Fikri (29), salah seorang peserta aksi, menuding adanya upaya penghalangan terhadap bantuan luar negeri yang hendak masuk ke Aceh.

“Kami mengetahui ada bantuan dari luar yang ingin masuk membantu Aceh, namun tidak diizinkan. Ini kegelisahan kami. Jika pemerintah pusat tidak sanggup, biarkan bantuan asing masuk atau kami minta referendum,” tegas Fikri dalam orasinya.

Dalam spanduk yang dibentangkan di atas mobil komando, massa menuliskan narasi: “Apa yang disembunyikan pemerintah pusat sehingga menutup akses bantuan asing?”

Aksi ini merupakan lanjutan dari demonstrasi serupa pada 18 Desember lalu. Massa menilai belum ada respon konkret dari Presiden Prabowo Subianto terkait tuntutan mereka. Meski mengusung isu panas, aksi berlangsung tertib di bawah pengawalan aparat kepolisian dan bubar secara damai menjelang waktu Asar. (tpi)

Penulis: Putri Isna Editor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *