BIREUEN | SaranNews – Bencana banjir yang melanda Kabupaten Bireuen memantik solidaritas dari berbagai kalangan, tak terkecuali pegiat literasi. Melalui program “Kombabir Bergerak”, Komunitas Baca Bireuen (Kombabir) turun tangan menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak, Minggu (21/12/2025).
Aksi sosial ini memiliki cerita haru tersendiri. Pasalnya, gerakan tanggap bencana ini awalnya dilatarbelakangi oleh kondisi internal komunitas, di mana puluhan anggotanya sendiri turut menjadi korban ganasnya banjir.
Fildza (25), Ketua Pelaksana kegiatan, mengungkapkan bahwa dari 50 anggota aktif, sekitar 20 orang di antaranya menjadi korban banjir kategori sedang hingga berat.
“Tahap pertama (14/12), kami fokus membantu anggota sendiri yang terdampak berat. Setelah internal tertangani, baru pada tahap kedua (21/12) bantuan kami perluas ke masyarakat umum di sekitar lokasi banjir,” ungkap Fildza.
Bantuan yang disalurkan meliputi pakaian layak pakai yang telah disortir, pakaian dalam baru, serta obat-obatan. Penyaluran menyasar kecamatan terdampak parah seperti Peusangan, Jangka, dan Kutablang.
Darurat Air Bersih Selain logistik pangan dan sandang, Fildza menyoroti temuan penting di lapangan. Masalah paling krusial yang dihadapi warga pascabanjir saat ini adalah krisis air bersih.
“Banyak sumur warga tercemar lumpur. Ini menyulitkan warga untuk minum dan mandi. Jika dibiarkan, ini bisa memicu wabah penyakit kulit dan gangguan kesehatan lainnya,” tambahnya.
Merespons kondisi tersebut, Kombabir berencana melanjutkan aksi galang donasi, termasuk mengumpulkan Al-Qur’an dan Iqra’ untuk balai pengajian yang rusak terendam air. (DI)












