Imbas Pembatasan Tonase Jembatan Bailey, Jalan Kutablang Berubah Jadi “Terminal Bayangan”

  • Bagikan

BIREUEN | SaranNews – Meski Jembatan Darurat (Bailey) Awe Geutah – Teupin Reudeup telah resmi dibuka sejak Kamis lalu, jalur lintas nasional Banda Aceh – Medan di kawasan Kutablang, Kabupaten Bireuen, masih belum sepenuhnya normal. Hingga Sabtu (20/12/2025), ruas jalan ini justru beralih fungsi menjadi “terminal bayangan”.

Pantauan di lokasi, puluhan bus antarkota (AKAP), mobil Toyota Hiace, hingga truk bermuatan besar tampak berjejer memanjang di kedua sisi bahu jalan. Kendaraan-kendaraan berat ini tertahan tidak bisa melintas karena terbentur aturan batas maksimal muatan jembatan Bailey yang hanya 12 ton.

Kondisi ini memaksa awak angkutan umum menerapkan sistem estafet. Sopir bus dari arah Medan terpaksa menurunkan penumpang di sisi timur jembatan.

“Kami parkir di sini menunggu penumpang yang dioper dari seberang (arah Banda Aceh). Mereka menyeberang sungai menggunakan perahu (boat ketek) atau berjalan kaki, lalu lanjut naik bus kami ke arah Medan. Begitu juga sebaliknya,” ungkap salah satu awak bus di lokasi.

Akibat aktivitas bongkar-muat manusia dan barang ini, jalan lintas nasional yang biasanya lengang kini padat merayap layaknya terminal.

Meski arus lalu lintas kendaraan pribadi relatif lancar via jembatan Bailey, penumpukan kendaraan berat di bahu jalan tetap menjadi pemandangan dominan. Warga berharap perbaikan jembatan permanen segera dikebut agar fungsi jalan utama bisa kembali normal dan ekonomi transportasi pulih sepenuhnya. (DI)

Penulis: Dhilal IkhsaniEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *