Banjir Usai, Masalah Sampah Belum Tertangani

  • Bagikan

Oleh: Dhilal Ikhsani

BIREUEN | SaranNews – Banjir yang menerjang Kecamatan Gandapura, Bireuen, perlahan mulai surut. Masyarakat pun mulai beranjak menata kembali aktivitas harian mereka. Namun, surutnya air ternyata tidak serta-merta menandai berakhirnya persoalan.

Fakta di lapangan berbicara lain. Di alun-alun Pasar Gandapura, tumpukan sampah sisa banjir masih terlihat jelas menumpuk. Pemandangan ini menjadi cermin buruk bahwa masalah lingkungan pascabencana belum tersentuh solusi konkret.

Memang, terputusnya akses jalan akibat banjir menjadi kendala teknis utama. Kendaraan pengangkut kebersihan sulit melintas, menyebabkan sampah—baik yang terbawa arus maupun residu aktivitas warga terpaksa tertahan di lokasi.

Akan tetapi, kendala teknis tidak semestinya menjadi pembenaran untuk membiarkan sampah menggunung begitu saja. Sampah yang dibiarkan terlalu lama bukan sekadar mengganggu estetika kota, tetapi membawa bom waktu berupa risiko penyakit dan pencemaran lingkungan yang lebih parah.

Persoalan ini menegaskan bahwa definisi “pemulihan pascabencana” sering kali dipahami secara sempit oleh para pemangku kebijakan. Seolah-olah, ketika air surut dan toko kembali buka, tugas negara selesai. Padahal, pemulihan sejati mencakup sanitasi dan memastikan lingkungan kembali higienis bagi warga.

Kerusakan infrastruktur jalan memang butuh waktu untuk diperbaiki. Namun, keterbatasan itu tidak boleh mematikan inisiatif darurat untuk penanganan sampah. Penanganan pascabencana di Kecamatan Gandapura memerlukan koordinasi lintas sektor yang lebih taktis, bukan sekadar menunggu akses normal kembali.

Selama sampah masih dibiarkan menjadi “monumen” pascabanjir, bencana ini belum benar-benar selesai bagi masyarakat. Kondisi ini tidak boleh dianggap wajar, apalagi dibiarkan menjadi preseden yang berulang di masa depan. (DI)

Penulis: Dhilal IkhsaniEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *